Kakemenag Berikan Semangat Kepada 182 Kepala MI

07 February 2019
yandip prov jateng

PURBALINGGA, INFO- Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purbalingga, Karsono memberikan semangat kepada 182 Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Purbalingga yang sekolahnya akan menghadapi Ujian Akhir Madrasah Bersama Daerah (UAMBD). Hal tersebut disampaikan Karsono saat membuka sosialisasi UAMBD di gedung PGRI Purbalingga, Rabu (6/2).

Karsono mengatakan, Kepala Madrasah sebagai leader harus bisa menata satuan pendidikannya termasuk ketika akan menghadapi ujian akhir bagi siswa Madrasah. Perencanaan serta komando dari Kepala Madrasah memegang peranan sentral berhasil tidaknya ujian akhir tersebut.”Kepala sekolah harus bisa memberikan leadership yang baik termasuk dalam menghadapi ujian akhir. Tak hanya kepada siswa, dewan guru juga harus diatur sedemikian rupa agar hasil yang diraih memuaskan,” kata Karsono.

Hadir dalam acara tersebut, Akhmad Muhdzir, Kasubag TU kantor Kemenag Purbalingga yang memberikan materi sosialisasi. Dia menjelaskan beberapa kunci sukses ujian akhir yang diantaranya sukses perencanaan, sukses penyelenggaraan, sukses hasil dan sukses pelaporan.”Kalau keempat ini sukses, berarti ujian akhirnya berhasil. Jangan hanya kesuksesan dilihat dari hasil,” ujarnya.

Dia menggaris bawahi bagusnya nilai yang diraih siswa bukanlah sebuah parameter kesuksesan pelaksanaan ujian akhir. Jangan sampai ketika sebuah Madrasah dimintai laporan pelaksanaan justru pelaporannya tidak baik.”Nilai bagus bukan satu-satunya parameter kesuksesan pelaksanaan. Jangan sampai ketika kami mintai laporan, malah laporannya amburadul,” imbuh Muhdzir.

Muhdzir juga mengapresiasi beberapa Madrasah yang sudah mempersiapkan ujian akhir dengan baik berupa pengayaan materi di luar jam reguler sekolah. Dia menggambarkan ujian akhir sebagai pertaruhan kapabiltas guru sejauh mana guru bisa memberikan materi selama enam tahun masa sekolah peserta didik.”Ini juga menjadi tolok ukur sejauh mana kapabilitas guru dalam memberikan materi kepada anak didiknya,” pungkasnya.

Skip to content