JEMBATAN KALITUSAN SEGERA DIGARAP

21 February 2018
yandip prov jateng
BANJARNEGARA – Pengguna lalu lintas yang biasa melewati jembatan Kalitusan di Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara bisa sedikit lega. Pasalnya dalam waktu dekat Pemkab Banjarnegara akan segera memperbaiki jalan dan  dan jembatan yang nyaris putus
Separuh lebih badan jalan beraspal yang tepat di tikungan itu lenyap seluas sekitar 2 x 3 meter. Titik jalan tersebut lenyap tertarik longsor akibat gorong-gorong yang tertanam di bawah jalan ambrol.
Gorong-gorong hancur akibat terjangan arus sungai yang mengalir melalui bangunan tersebut. Material jalan serta gorong-gorong bercampur tanah jatuh hingga membendung sebagian aliran sungai di bawahnya.
Kepala Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara, Arqom Al-Fahmi mengatakan, jalan dan jembatan yang berada di atas Kalitusan di Desa Kutawuluh tersebut awal bulan Maret 2018 direncanakan sudah mulai pengerjaannya.
“Jalan dan jembatan tersebut  nantinya akan menggunakan konstruksi beton, panjang 12 meter dan lebar 4 meter, dengan ketinggian sekitar 3,5 meter,” kata
Arqom menambahkan, saat ini hasil lelang sudah keluar, dan dalam minggu ini SPK sudah jadi dan pekerjaan segera bisa dimulai.
“Pengerjaan jalan dan jembatan Kutawuluh rencananya akan memakan waktu 120 hari, dan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 4,5 Milliar,” lanjutnya.
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono saat meninjau jalan tersebut mengatakan jalan dan jembatan di Kutawuluh yang ambrol tersebut merupakan salah satu akses penting jalan Kabupaten yang menghubungkan antar desa dan Kecamatan di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara nyaris putus karena longsor.
Akibat kerusakan infrastruktur itu, akses warga melalui jalan tersebut terganggu. Padahal, jalan itu menjadi akses utama warga di beberapa desa di Kecamatan Purwanegara menuju kota Banjarnegara, antara lain Desa Kutawuluh, Pucungbedug, Kaliajir dan Karanganyar.
 “Saat ini akses jalan itu saat ini ditutup untuk mobil atau kendaraan besar. Sementara pengendara sepeda motor atau pejalan masih bisa melintas dengan memanfaatkan sisa badan jalan secara hati-hati,” kata Budhi.
Lebih lanjut Budhi mengatakan, akibat putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Kutawaluh dan Desa Gumiwang , aktivitas perekonomian warga di wilayah sekitar jalan tersebut terganggu. Pasalnya, jembatan putus tersebut merupakan jalur terdekat dengan jalan raya menuju pasar untuk mendistribusikan hasil pertanian mereka.
“Otomatis, dengan putusnya jembatan ini perekonomian warga terganggu karena jembatan ini merupakan akses satu-satunya terdekat ke pasar,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan jalur lain untuk menuju ke Pasar Gumiwang atau menuju akses jalan nasional harus memutar melalui Desa Wanadri-Kutawuluh, atau melalui Purwanegara-Pucungbedug.
Dhian – Banjarnegara
Skip to content