Bupati Rembang H Abdul Hafidz menyampaikan, secara bertahap IPM bidang pendidikan di Kabupaten Rembang terus mengalami kenaikan. IPM yang dimiliki oleh Kabupaten Rembang berada di bawah Kabupaten Kudus, dan diatas Kabupaten Pati dan Blora. Bupati mengaku, didalam RPJMD pemerintah Kabupaten Rembang menargetkan IPM 7,8 pada tahun ini.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sarasehan yang diselenggarakan oleh dewan pendidikan di aula lantai 4 kantor Bupati Rembang, Sabtu (03/11/2018). Sarasehan tersebut guna membahas penguatan pendidikan di wilayah Kabupaten Rembang.
Selain Bupati sarasehan dihadiri Wakil Bupati H. Bayu Andriyanto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga setempat, Ratusan orang yang terdiri dari perwakilan para guru, kepala sekolah, komite pendidikan menggelar sarasehan di aula lantai 4 kantor Bupati Rembang, Sabtu (03/11/2018). Sarasehan tersebut guna membahas penguatan pendidikan di wilayah Kabupaten Rembang.
“Kalau kita berbicara pendidikan memang banyak yang harus di bicarakan. Mulai dari mata pelajaran, lingkungan, guru, pengawas ini semua menjadi komponen yang tidak bisa di pisahkan. Komite walimurid, muridnya gurunya, oleh karena itu acara ini penting dan strategis untuk pendidikan. Tadi sudah disampaikan pak Wakil Bupati, di Rembang ini, kalau bicara pendidikan, IPM kita 7,2 kita dibawah Kudus, diatas Blora dan Pati. Di RPJM saya, IPM ada pada 7,8,” ungkap Bupati.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Rembang telah menggandeng perguruan tinggi negeri yaitu UNDIP Semarang melalui Program PSDKU untuk terus memajukan pendidikan.
Ia menegaskan, jika pada tahun 2019 Pemkab Rembang telah menganggarkan komputer untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk sekolah SMP dan MTs se Kabupaten Rembang.
“Kemarin saya ada laporan untuk MTs ujian nasional belum dianggarkan komputer. Saya minta 2019 SMP sudah seratus persen UNBK, dan MTs juga jika tidak dianggarkan oleh Kementerian Agama, pemerintah akan menganggarkan,” tegasnya.
Sementara itu Wakil Bupati menambahkan, kemajuan sebuah daerah tidak terlepas dari dunia pendidikan. Rata-rata daerah yang maju, dunia pendidikan diwilayah setempat juga pasti maju.
Oleh karena itu, atas nama Pemkab Rembang, Ia mengucapkan terima kasih stakeholder yang terkait.
“Kemajuan daerah tak lepas dari dunia pendidikan. Jika dunia pendidikan maju daerah akan maju. Atas nama pemerintah Kabupaten Rembang menyampaikan terima kasih atas peran serta, kontroling, dan ide yang diberikan oleh tenaga pendidikan,” tuturnya.
Ketua Komite Dewan Pendidikan Kabupaten Rembang Ahmad Sururi mengatakan, kegiatan tersebut lebih kepada penguatan peran komite sekolah dan madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Rembang.
Oleh karena itu, ia mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama bertanggung jawab dalam mengelola pendidikan. Mengingat, 20 persen dari APBN, dialokasikan untuk dunia pendidikan di Indonesia. (Kontributor Humas Rembang)
