Ini Cerita Pemudik yang Dikarantina di Banyumas

12 May 2020
yandip prov jateng

BANYUMAS – Warga yang terpaksa pulang kampung dari perantauan, memang harus dikarantina hingga 14 hari. Hal itu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Seperti yang tampak di Balai Desa Besuki dan Lumbir, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas.

Seorang warga di lokasi karantina, Srifatul Lutfiah, mengaku baru saja mudik dari Jakarta. Kini, dia harus menjalani hari-hari di ruang karantina bersama warga lainnya yang juga pulang kampung.

Srifatul menuturkan, dia terpaksa pulang karena sudah tidak bekerja. Bila tidak pulang kampung, maka dia tidak bisa membiayai hidupnya di Jakarta yang mahal.

“Saya terpaksa pulang kampung dulu, karena saat ini Jakarta berlaku PSBB. Sedang biaya hidup makan dan lain-lain bisa lebih dari Rp50 ribu per hari,” kenangnya di ruang karantina, Minggu (10/5/2020).

Selain itu, bila tetap bertahan di ibukota, Srifatul harus merogoh uangnya lebih banyak lagi, termasuk untuk bayar rumah kontrakan. Akhirnya ketimbang pusing memikirkan itu semua, Srifatul memilih pulang kampung. “Pulang kampung saja,” tuturnya mengenang keputusannya.

Selama masa karantina di Desa Besuki, Srifatul justru merasa bahagia karena dia dan penghuni lainnya mendapat pelayanan yang sangat baik dari petugas. Misalnya, saat Ramadan ini. Warga yang dikarantina mendapat jatah makan sahur dan buka puasa dengan menu yang bervariasi dan bergizi.

“Untuk kebutuhan gizi diperhatikan sama petugas,” tambahnya.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Lumbir, Mahar Barlian, mengimbau agar semua pihak, terutama keluarga, mendukung dan memotivasi anggota keluarganya yang dikarantina.

“Mereka semua sehat, tetapi untuk kepentingan keluarga dekat, tetangga, dan masyarakat luas, mereka harus bersedia dikarantina. Mereka rela demi kepentingan orang banyak, jangan sampai mereka dikucilkan,” ucapnya.

Mahar juga menjelaskan, jika mereka sukses menjalani karantina hingga selesai, berarti pengorbanan yang bersangkutan dan pihak keluarga tidak sia-sia.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein mengatakan, warga yang dikarantina sudah diberikan fasilitas, seperti pengawasan tenaga kesehatan, serta kebutuhan makan dan minum.

“Untuk kondisi yang karantina, makan mereka dijamin, dokter dan perawat ada, kalau ada kekurangan sebaiknya dilaporkan,” kata dia di sela-sela mengunjungi tempat karantina di Balai Desa Besuki dan Lumbir, Kecamatan Lumbir, yang dihuni kurang lebih 50 pemudik dari berbagai kota.

Erna meminta masyarakat untuk bersama bersikap positif dan membuka hati mengenai kondisi saat ini. Itu sebagai upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19.

“Apalagi di tengah bulan Ramadan. Kesabaran dan kebaikan yang dilakukan baik oleh ODP maupun tim gugus tugas, semoga menjadi amal ibadah,” pungkasnya.

Penulis : Ec, Kontributor Banyumas
Editor : Rk, Diskominfo Jateng

Skip to content