JEPARA– Ribuan santri dan warga masyarakat dari berbagai daerah se-Jawa Tengah (Jateng) memadati Lapangan Mrican Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Mereka hadir mengikuti kegiatan Jateng Bersholawat.
Jateng Bersholawat mengusung tema Perkokoh NKRI, NKRI Harga Mati malam itu dipimpin oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kamis (24/8/2017). Turut hadir Pula Kasdam IV Diponegoro, Wakapolda Jateng Indrajit, Pejabat Utama Polda Jateng, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, serta para Ulama di Provinsi Jawa Tengah.
Kegaitan dalam rangka memperingati Hari jadi Provinsi Jateng ke-67 dibuka oleh Bupati jepara dan dilanjutkan Sholawat dan Doa yang dipimpin Habib Ali Zaenal Abidin dari Semarang beserta group rebana Az-Zahir dari Pekalongan.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mengajak para warga dan santri untuk mempererat Persatuan Dan Kesatuan bangsa lewat acara Jateng Bersholawat. “Siap melawan narkoba, siap melawan radikalisme, siap melawan terorisme karena kita tidak boleh lengah,” kata Gubernur Jateng.
“Harus siap melawan gempuran teknologi,” teriakan gubernur Jateng mengajak para santri dan warga untuk bersatu menjaga keutuhan NKRI.
Bupati Jepara dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tegah untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan HUT Jateng. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan kesempatan Jepara, terkait menjadi tuan rumah dalam ajang Pesta Rakyat pada peringatan HUT Jawa Tengah yang Ke-67. Oleh karena itu tidak ada kalimat dan kata yang pantas disampaikan kecuali panjatan doa kepada Allah,Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza Min Haitsu La Yahtasib,” ujarnya.
Dirinya juga berharap, dengan acara Jateng Bersholawat tersebut, doa terus mengalir untuk kemajuan Jawa Tengah, Jepara, dan NKRI pada di masa mendatang. “Pasalnya, di masa depan yang makin beragam tantangan, usaha dan kerja keras saja tak cukup. Perlu doa dan spiritual yang mengawal moral dan akhlak supaya menjadi lebih baik. “Usaha saja tidak cukup, kerja keras saja tidak akan bisa. Tantangan tahun depan semakin berat. Insya Allah dengan doa bersama dan sholawat Nabi ini langkah ke depan bisa dimudahkan,” ujar Ahmad Marzuqi. Kemudian, Acara dilanjut dengan mauidloh khasanah oleh KH. Irsyad dari Pati.
Lagu Indonesia Raya dan doa bersama untuk Indonesia menutup acara jateng Bersholawat pada malam itu. (DiskominfoJepara|AchPr)
