Hadapi Kemarau, Pemkab Rembang Tambah 27 Embung

08 May 2026
Yandip Jateng Prov (3)

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026, dengan menyiapkan pembangunan 27 embung tambahan di berbagai wilayah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Agus Iwan Haswanto, Kamis (7/5/2026). Menurutnya, penguatan infrastruktur air tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Rembang dalam menjaga produktivitas pertanian, di tengah potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi tahun ini.

Disampaikan, hingga saat ini ketersediaan air dari embung yang sudah ada, diharapkan masih mampu mencukupi kebutuhan masa tanam kedua (MT2).

“Harapan kami, dengan masih adanya hujan di beberapa waktu terakhir, embung-embung ini bisa terisi kembali meskipun belum optimal,” ujarnya.

Agus menjelaskan, sebanyak 25 embung akan dibangun melalui dukungan anggaran APBN, dengan pola swakelola bersama kelompok tani. Sementara itu, dua embung lainnya akan dibangun melalui APBD Kabupaten Rembang, sebagai bentuk dukungan penguatan infrastruktur pertanian daerah.

Selain pembangunan embung, lanjut Agus, pihaknya juga akan menambah irigasi perpompaan (irpom) di sejumlah wilayah, untuk memperkuat suplai air bagi lahan pertanian yang rawan mengalami kekeringan.

“Harapan kami, permasalahan kekurangan air di musim kemarau, apalagi kemarau tahun ini yang diprediksi cukup panjang, bisa terbantu dengan prasarana air yang kami sebutkan tadi,” ungkap Agus.

Pihaknya mencatat, beberapa wilayah mulai mengalami penurunan ketersediaan air, khususnya pada lahan tadah hujan di wilayah Rembang kota dan Kecamatan Sumber. Karena itu, langkah mitigasi terus dilakukan, agar produktivitas pertanian tetap terjaga pada masa tanam kedua.

“Ini menjadi PR kami, untuk memastikan tanaman di sekitar sumber air tetap bisa bertahan dan dipanen pada MT2,” tambah Agus.

Ditambahkan, selain penguatan infrastruktur air, juga ditingkatkan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian, sebagai langkah antisipasi terhadap dampak fenomena El Nino, yang berpotensi memicu kemarau lebih panjang.

Ke depan, pihaknya juga mempertimbangkan pengembangan program asuransi pertanian, khususnya untuk komoditas padi. Program tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen akibat kekeringan.

Penulis: Mifta Rembang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Skip to content