Hadapi Idulfitri, Wali Kota Damar Siap Siaga di Magelang

11 March 2026
Yandip Prov Jateng (2)
Hadapi Idulfitri, Wali Kota Damar Siap Siaga di Magelang

KOTA MAGELANG – Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyatakan tetap akan bersiaga di wilayahnya, menjelang dan sesudah Hari Raya Idulfitri 1447 H. Hal itu sekaligus melaksanakan instruksi Menteri Dalam Negeri.

“Kita siap menjalankan instruksi Mendagri. Kita tetap standby di sini, kita jaga wilayah Kota Magelang,” tegas Damar Prasetyono, seusai mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Magelang, di Aula Adipura Kencana, Selasa (10/3/2026).

Forum tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Magelang dr. Sri Harso, pejabat Forkopimda Kota Magelang dan seluruh kepala OPD di jajaran Pemkot Magelang.

Menurutnya, instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026, yang mengatur penundaan perjalanan dinas luar negeri bagi gubernur, bupati, dan wali kota beserta wakilnya, pada periode 14–28 Maret 2026. Kebijakan itu agar kepala daerah dapat memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, selama masa Lebaran.

Dalam kesempatan itu Damar menyampaikan, kondisi inflasi secara umum masih relatif terkendali. Inflasi nasional pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen, sedangkan inflasi di Provinsi Jawa Tengah sebesar 4,43 persen.

Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis yang biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri, seperti cabai, daging sapi, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras.

“Berdasarkan hasil pemantauan kita, harga bahan kebutuhan pokok di Kota Magelang masih relatif stabil, permintaan masyarakat masih dalam kondisi normal, serta ketersediaan stok dinilai mencukupi,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Magelang selaku Sekretaris TPID Kota Magelang, Chrisatria Yonas Nusantrawan Bolla, memaparkan kondisi terkini inflasi, ketersediaan pasokan, serta kesiapan berbagai sektor menjelang Idulfitri tahun ini.

Dia menjelaskan, strategi pengendalian inflasi daerah dilakukan melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif kepada masyarakat.

“Stok kebutuhan pokok di Kota Magelang hingga awal Maret 2026 masih dalam kondisi mencukupi dan distribusi relatif lancar, sehingga pedagang tidak perlu melakukan penimbunan barang,” paparnya.

Namun demikian, pemantauan harga tetap dilakukan, karena beberapa komoditas seperti telur ayam ras, cabai rawit, dan bawang merah mengalami kenaikan harga.

Yonas mengatakan, menjelang Lebaran, potensi dinamika yang dihadapi antara lain lonjakan pengunjung pasar menjelang hari raya, munculnya pedagang tiban, serta potensi kemacetan dan peningkatan volume sampah di kawasan pasar.

“Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami telah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari pengaturan pedagang, penguatan keamanan dan pengawasan pasar, hingga pengelolaan parkir dan kebersihan,” imbuhnya.

Selain itu, berbagai layanan publik juga disiagakan untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Lebaran, seperti kesiapan layanan kesehatan, pengawasan keamanan pangan, ramp check kendaraan angkutan umum, hingga kesiapsiagaan personel kebencanaan dan layanan darurat di Kota Magelang.

Penulis : Prokompim Kota Magelang
Editor : Ul, Diskomdigi Jateng

Mascot Padhang
Skip to content