Purworejo – Mentri pariwisata Arief Yahya dijadwalkan hadir di purworejo untuk melakukan serangkaian acara kepariwisataan,antara lain Grand Launching Glamorous DeLoano dan penandatanganan Prasasti Borobudur Highland.Kamis(14/02).
Menpar Arief Yahya sendiri mengaku senang dengan adanya pasar itu. Diungkapkan jika tagar Pasar Menoreh berada di level atas.”di Purworejo ada 2,kita memiliki target 100 destinasi digital.Dan total seluruh Indonesia saat ini sudah ada sekitar 60an,” kata Menpar.
Di Pasar Digital Menoreh sendiri, setidaknya ada 20 gubuk, yang terdiri dari 10 gubuk pawon untuk menyediakan kuliner Desa Sedayu. Sisanya, gubuk-gubuk itu akan diisi oleh produk UMKM hasil karya masyarakat sekitar.
Sementara itu Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, mengatakan jika pasar yang punya banyak spot fotogenik ini di inisiasi oleh Genpi dan Badan Otorita Borobudur. “Purworejo makin lama makin berkembang, dan masyarakatnya bisa menciptakan destinasi wisata yang bisa dikunjungi,” tuturnya.
Dikatakan Agus Bastian, Tercatat, setidaknya ada 3 proyek besar yang mengelilingi kabupaten purworejo dan nantinya di sekitar Kabupaten Purworejo bisa ikut mendongkrak pariwisata wilayahnya. “Salah satunya adalah New Yogyakarta International Airport (NYIA) itu bisa memberikan dampak luar biasa dan ada Waduk Bener, ini nanti bisa jadi suatu kawasan wisata yang besar juga,” rincinya.
Diakui Agus, BOD berhasil menggaet investor serta menggandeng Perum Perhutani untuk membesut glamour camping (glamping) DeLoano di wilayah Kecamatan Loano, Desa Sedayu.kinerja BOD mampu membawa berkah tersendiri bagi Kabupaten Purworejo.
Sedangkan Kepala Desa Sedayu Kecamatan Loano Ulfa Darojati menjelaskan, Pasar Menoreh memanfaatkan tanah bengkok milik desa. Selama ini, tanah tersebut sebenarnya merupakan lapangan desa dan hanya dimanfaatkaan sebagian saja. “Untuk dana yang digunakan,ini tidak menggunakan dana desa, kita dapat bantuan dari pusat,” kata Ulfa.
