

PATI-Bupati Pati Haryanto mengingatkan agar anak generasi sekarang jangan sampai terninabobokan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Karena bisa melunturkan nilai-nilai pembudayaan kejuangan 45 akibat terkontaminasi kebudayaan asing yang hadir tanpa batas ruang dan waktu.
“Kita harus terus berjuang menanamkan dan melestarikan nilai-nilai 45 kepada generasi sekarang maupun yang akan datang,” ajak Bupati Pati Haryanto saat menerima kunjungan studi banding Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Penerus Pembudayaan Kejuangan 45 (BPK 45) Kabupaten Brebes di Pendopo Bupati Pati, Selasa (29/8) kemarin.
Menurut Haryanto, generasi sekarang menjalani kehidupan dengan gampang setelah adanya fasilitas hape android. Seperti pesan makanan, pesan kendaraan, pesan tiket, cari kerjaan dan lain-lain. Jadi seakan-akan dengan gampangnya menjalani kehidupan tanpa perjuangan yang keras.
Dikhawatirkan, dengan kehidupan yang serba gampang tersebut dengan mudahnya teragitasi dan timbul gejolak tuntutan yang diluar nalar. “Karena menganggap semua serba instans maka dengan gampangnya menuntut berbagai fasilitias dan cenderung menjadi malas,” kata Haryanto yang didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin.
Beda dengan jaman kita yang penuh dengan kehidupan yang serba kekurangan dan juga harus mengangkat senjata. Sampai sampai harus mengorbankan harta, benda bahkan nyawa sekalipun. Kehadiran DHC BPK 45 menjadi inspirasi betapa pembudayaan nilai-nilai kejuangan 45 harus terus digelorakan dan dilestarikan. “Kita merdeka dan membangun, karena ada peran dari para pejuang yang tidak ternilai harganya,” ucapnya dengan penuh semangat.
Lewat berbagai moment, lanjutnya, mari kita ajak generasi muda untuk mendalami arti kejuangan para pahlawan bangsa. Hal ini penting dilakukan untuk menghargai jasa mereka sehingga mampu memiliki semangat untuk meneruskan perjuangannya demi tetap tegaknya NKRI.
Ketua DHC BPK 45 Kabupaten Brebes Ir Iskandar MM menyampaikan terima kasih atas sambutan Bupati Pati yang telah menerima rombongan dari Brebes. Kehadirannya ke Pati dikandung maksud untuk ngangsu kawruh tentang pengelolaan organisasi. Karena DHC BPK 45 Pati terbukti menjadi yang tergiat di Jawa Tengah.
“Kami bersama 25 pengurus dan anggota pengin belajar tentang tata kelola organisasi dan sinergisitas DHC BPK 45 Pati dengan Pemkab,” ucap Iskandar.
Sementara Ketua DHC BPK 45 Kabupaten Pati H Soekarno Lilik menjelaskan kalau anggota DHC 45 sudah mencapai 303 orang. Mereka tidak hanya para pelaku sejarah tetapi juga generasi muda yang akan melestarikan nilai-nilai 45.
Kunjungan studi dilanjutkan ke Gedoeng Djoeang 45 dan Monumen Tentara Pelajar serta Hotel Pati yang berdiri 1926. Rombongan dilanjutkan menuju ke Pabrik Kacang 2 Kelinci untuk berwisata industri. Di Pabrik, rombongan mendapatkan penjelasan dari pihak perusahaan tentang profil pabrik dan berkeliling melihat-lihat proses kedatangan kacang dari petani hingga pengemasan dan distribusi produk ke seluruh nusantara dan dunia. (wasdiun)
