
KARANGANYAR-Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat agenda Gubernur Mengajar di SMA Karangpandan menjadi tempat curhat pelajar di sekolah itu. Ada yang menanyakan penerapan lima hari sekolah atau full day school, Jumat (15/09).
“Bagaimana bapak memberi solusi permasalahan full day school?” kata seorang siswa kelas XI SMAN Karangpandan, Muhammad Thoriq, peserta didik asal Pokoh, Tasikmadu yang diberi pertama mengajukan pertanyaan.
Awal dialog sekadar tanya jawab, berkembang menjadi curahan hati (curhat) siswa. Pelajar itu merasa belum terbiasa menghabiskan waktu ekstra belajar di dalam kelas sampai sore.
Ganjar diminta memberi kiat agar siswa tidak mudah jenuh menerima pelajaran dalam program full day school. Menanggapi hal itu, Ganjar balik bertanya ke Thoriq penyebab dirinya merasa bosan.
Lantas, Ganjar menanyakan bagaimana tipe gurunya, menyenangkan apa membosankan. Kalau saat bosan, dia biasanya bagaimana.
“Gurumu tipe menyenangkan apa membosankan. Kalau kamu bosan, biasanya ngapain. Hayo jawab jujur?” katanya.
Jawaban Thoriq membuat teman-temannya terpingkal-pingkal sebab menyebut guru monoton memberikan pelajaran, seakan lega hal itu disampaikan di muka umum. Tawa mereka pecah ketika Thoriq mengaku dirinya dan teman-teman sering bermain ponsel untuk browsing di kelas karena bosan.
“Anak-anak yang suka browsing itu sebuah energi. Bagaimana energi itu diubah menjadi sebuah kekuatan. Literatur pelajaran di buku cetak sebenarnya juga tersedia bentuk digital. Bagaimana guru mengemas itu. Pasti akan sangat menyenangkan belajar di kelas,” kata Ganjar.
Lainnya, siswi pertukaran di SMAN Karangpandan, Yulianti Martinaya asal Sorong, Papua Barat menanyakan faktor apa saja yang mempengaruhi pendidikan di Indonesia dan cara menanganinya.
Adapula siswi Andarani asal Matesih yang ingin tahu kiat sukses Ganjar memimpin Jawa Tengah. Di sekolah itu, Ganjar berpesan pelajar perlu mengasah kepekaan sosial serta jangan mudah puas atas pencapaiannya.
Tak lupa, ia mengingatkan pentingnya meminta restu orangtua. Terkait pendidikan, Ganjar menjamin pemerintah mengedepankan urusan itu melalui menganggarkan minimal 20 persen keuangan negara.
“Pendidikan itu tanggung jawab sekolah, pemerintah dan masyarakat. Semua harus bersinergi untuk masa depan anak-anak kita,” katanya.
Sebelum acara berakhir, Ganjar memberikan hadiah ke penanya tadi. Thoriq memperoleh satu unit laptop sedangkan Yulianti dan Andarani diberi uang tabungan Bank Jateng.(pd)
