DEMAK – Tim IX Satuan Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 (SPDP) dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak, beserta Camat Karangawen mendatangi tokoh agama Desa Wonosekar, Jumat (14/8/2020). Mereka meminta bantuan tokoh agama dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat agar mematuhi protokol kesehatan.
Camat Karangawen Sugeng Pujiono menyampaikan, berdasarkan pantauan di lapangan, tampak warga Desa Wonosekar masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan, mereka tidak merasa takut meskipun ada empat orang warga yang telah terkonfirmasi positif Covid-19. Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan karena berpotensi besar terjadi penularan melalui kontak langsung.
Karenanya, Sugeng berharap, para ulama selaku tokoh yang disegani masyarakat, dapat turut berpartisipasi dalam menyadarkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan.
”Kami mohon bantuan Pak Kiai untuk memberikan pencerahan dan menyadarkan masyarakat, sehingga bisa lebih mematuhi protokol kesehatan. Sebab, kami sangat prihatin melihat kondisi riil di Desa Wonosekar ini. Hampir 80 persen warga yang saya jumpai di desa ini, tidak bermasker saat beraktivitas, baik di pasar, jalan maupun masjid. Warga hanya mau mengenakan masker apabila bertemu petugas atau satgas. Namun setelah petugas lewat, masker dilepas dan dimasukkan ke dalam kantong. Ini sungguh ironis,” kata Sugeng.
Tokoh agama Desa Wonosekar KH Shokib mengatakan, dia dan para ulama lain sudah sering menyampaikan kepada warga terkait pola hidup bersih dan sehat, serta ajakan agar mematuhi protokol kesehatan.
”Kami selalu mengikuti dhawuh pemerintah demi kebaikan bersama. Semoga nanti ke depannya warga kami akan lebih patuh, sehingga tidak ada lagi yang tertular Covid-19. Kami juga berdoa agar pandemi ini cepat berlalu,” tutur Shokib.
Penulis: Kominfo Demak
Editor: Di, Diskominfo Jateng
