Enam Batik Jepara Masuk Koleksi Museum Pekalongan

05 October 2026
Yandip Jateng Prov (3)
Enam Batik Jepara Masuk Koleksi Museum Pekalongan

PEKALONGAN – Enam karya batik Jepara dihibahkan kepada Museum Batik Kota Pekalongan, Jumat (2/10/2026). Salah satunya, Batik Ciprat Waluyotomo, karya penyandang disabilitas mental dari RPSDM Waluyotomo Jepara.

Ketua Dekranasda Kabupaten Jepara Laila Saidah Witiarso mengatakan, hibah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan karya batik Jepara kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, setiap karya membawa cerita tentang Jepara dan hasil tangan para pembatiknya.

“Kami membawa enam karya batik Jepara untuk dihibahkan kepada Museum Batik Pekalongan. Batik-batik ini kami serahkan bukan semata sebagai kain, tetapi sebagai cerita tentang Jepara dan hasil tangan para pembatiknya,” ujarnya.

Disampaikan, motif batik Jepara lahir dari cerita, lingkungan, tradisi, dan identitas masyarakat. Motif tersebut juga berkembang melalui kreativitas para perajin di desa-desa.

“Kami ingin karya mereka memiliki ruang untuk dikenal lebih luas, termasuk oleh masyarakat yang datang ke Museum Batik Pekalongan,” tuturnya.

Hibah tersebut diserahkan Laila kepada Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Inggit Soraya, dan dituangkan dalam berita acara serah terima. Pada kesempatan yang sama, keduanya menandatangani perjanjian kerja sama dalam rangkaian Kreakota 2026 Crafting Creative Connections.

Inggit mengapresiasi hibah tersebut. Ia mengatakan, pengunjung Museum Batik Pekalongan berasal dari kalangan nasional hingga internasional.

“Harapannya nanti, batik ini bisa dilihat oleh pengunjung yang datang ke Museum Batik, karena pengunjung di sini ini juga kita nasional bahkan internasional, mudah-mudahan batik Jepara ini juga bisa mendunia,” kata dia.

Dia menilai, motif batik Jepara memiliki kekhasan masing-masing. Menurutnya, motif tersebut membawa cerita dan sejarah.

“Saya melihat motif-motif di sini juga unik sekali, membawa kekhasan dari Kabupaten Jepara, dan di motif batiknya ini sendiri ada cerita dan sejarahnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, setelah diserahkan, keenam karya tersebut dipajang sebagai bagian dari koleksi Museum Batik Kota Pekalongan. Karya-karya itu dapat dilihat oleh pengunjung museum. Enam karya tersebut ialah Batik Elung Bumi Kartini karya Suyanti dari Nalendra Galeri, Batik Sulur Mantingan karya Suliswati dari Hasna Batik, dan Batik Ciprat Waluyotomo karya penyandang disabilitas mental dari RPSDM Waluyotomo Jepara.

Tiga karya lainnya, yakni Batik Gentong Keramat Ukiran Lung-Lungan karya Ahmad Jalaludin dari Batik Mapan Singorojo, Batik Lomban Samudra Berkah karya Titik Susanti dari Safana Batik, serta Batik Alam Asri Desaku karya Azzahra Ayu Krisna dari Program Kecakapan Wirausaha (PKW).

Penulis: Diskominfo Jepara/AP
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Skip to content