Dolanan Anak diusulakan menjadi materi Eskul di Sekolah

11 December 2018
yandip prov jateng
Dolanan Anak diusulakan menjadi materi Eskul di Sekolah

PURBALINGGA INFO, Permainan anak atau lebih dikenal dengan dolanan anak diusulkan menjadi salah satu materi ekstra kurikuler di sekolahan. Dolanan anak mempunyai filosofi yang tingggi yakni membentuk karakter bangsa, terutama terhadap prilaku, keberanian, displin, tanggunjawan dan sosialisasi sesama teman sebaya.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu panitia Festival Dolanan, Sutarko disela-sela kegiatan festival di kebun duku Desa Kembaran Wetan Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga, Senin (10/12). Banyaknya permainan yang melanda anak-anak milenial, lanjut Tarko menjadi anak-anak lupa dengan dunianya. Anak-anak menjadi bersikap autis terhadap lingkunannya.

” Permainan berbasis smartphone kadang-kadang mempengaruhi pikiran anak-anak untuk berbuat diluar usianya. Banyaknya permainan yang berbau kekerasan yang berpengaruh kepada prilaku kekerasan pada anak. Dengan nge-game anak-anak juga cenderung melalaikaan tugasnya sebagai pelajar,” katanya

Pengenalan dolanan anak menurut Sutarko harus dimulai dari orang dewasa untuk memperkenalkan kepada anak-anak. Dari mengenalkan, kemudian kita tularkan kepada anak-anak sehingga permainan tersebut tetap eksis di masyarakat. Lebih jauh lagi permainan anak dikenal di seluruh penjuru dunia.

” Sampai saat ini di Purbalingga terdapaat ratusan permainan yang ada, walaupun ada beberapa permainan yang ada di Purbalingga juga ada di kabupaten lain. Permainan seperti sunda manda, lumbungan dan kuwukan di beberapa kecamatan juga masih ada,” ujarnya.

Sutarko berharap festival dolanan anak setiap tahunnya digelar, agar permainan anak tetap ada dan menjadi salah satu warisan budaya kepada generasi penerus bangsa. Kepada dinas terkait agar permainan anak untuk SD dan SMP bisa dihidupkan kembali, bisa dikembagkan kembali dan bisa menjadi kegiatan ekstrakulikuler pada lembaga pendidikan yang ada.

” Saya berharap dengan semangat dan cinta kepada dolanan anak, dapat mewujudkan jati diri bangsa yakni bangsa Indonesia. Karena wujud jati diri bangsa salah satunya melestarikan budaya yang ada,” ujarnya.

Pada Festival tersebut dimainkan berbagai permainan seperti egrang batok kelapa, lempar cereweng, meriam bambu. Kemudian juga ada festival dolanan yang diikuti oleh 18 tim perwakilan kecamatan se Purbalingga, dimana setiap tim terdiri 20 anak. (PI-2)

Skip to content