PURBALINGGA, INFO – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga melalui Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan mengenalkan menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) kepada siswa siswi SD Negeri 1 Toyareja. Pengenalan menu B2SA ini mengadopsi program dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah untuk memberikan makanan kepada anak sekolah selama satu sampai dua minggu.”Itu diberikan kepada anak sekolah supaya anak-anak terbiasa untuk memakan makanan lengkap setiap hari dalam rangka mendukung masa pertumbuhan anak agar anak sehat dan juga cerdas,” kata Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan pada DKPP Kabupaten Purbalingga, Cipto Utomo di sela-sela kegiatan Pengenalan Menu B2SA di SDN 1 Toyareja, Senin (11/3).
Menurut Cipto, pengenalan menu B2SA ini sendiri sangat penting dilakukan agar anak-anak tidak mudah tertarik dengan jajanan anak dijual bebas di warung ataupun di kantin sekolah. Hal ini dikarenakan kebanyakan dari jajanan tersebut mengandung bahan-bahan yang tidak aman untuk dikonsumsi, di samping itu juga gizinya yang sangat kurang.”Oleh karena itu ini sebagai pengingat kepada guru-guru dan juga orang tua agar anak-anak itu lebih baik diberikan makanan-makanan yang dimasak sendiri oleh ibu mereka,” ujarnya.
Menu B2SA ini harus lengkap dan beragam yang mencakup nasi, sayuran, lauk-pauk, dan buah, karena tubuh memerlukan gizi seimbang setiap harinya. Oleh sebab itu, DKPP Purbalingga terus menjangkau anak-anak sekolah khususnya anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) yang pada umumnya jauh dari perkotaan agar bisa sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah.”Kita memberikan jangkauan kepada anak-anak, kepada sekolah-sekolah yang jauh dari kota yang umumnya itu mereka makannya kurang jadi untuk sarapan itu memang kurang, padahal sarapan ini sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak,” jelas Cipto.
Sehingga, dengan pemberian makanan ini anak-anak di bangku SDN 1 Toyareja dapat tumbuh sehat sesuai dengan usianya. Bahkan dalam pengenalan menu B2SA ini, DKPP Purbalingga juga mengimbau kepada pihak sekolaj untuk melakukan pengukuran berat dan tinggi badan siswa didiknya selama satu minggu.”Ada pengukuran sebelum mereka makan sampai seminggu setelah makan diukur, kemudian ditimbang lagi barangkali sudah ada peningkatan bobot badannya itu untuk melihat dari sisi luarnya tapi yang kita sasar ialah kecukupan gizi dari anak-anak,” katanya.
DKPP Purbalingga sendiri sebelumnya telah melakukan Pengenalan B2SN di Desa Brakas. Selanjutnya pengenalan B2SN ini akan menyasar salah satu SD di Desa Palumbungan, Desa Serayu Karanganyar, Desa Toyareja dan Desa Arenan.
Cipto berharap menu B2SA ini bisa lebih dikenal dan disukai oleh anak-anak, guru dan juga wali muridnya di samping menunya beragam, gizinya lengkap dan aman untuk dikonsumsi. Dengan mengonsumsi menu B2SA ini maka anak-anak bisa lebih sehat dan akan mudah berpikir dengan baik karena gizi yang terkandung dalam menu B2SA ini.”Dengan konsumsi B2SA, maka kebutuhan gizi dalam tubuh khususnya anak yang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan ini bisa tercukupi dengan baik,” ujar Cipto.
Kepala SD N 1 Toyareja, Indah Nurhayati menyambut baik adanya pengenalan dan pemberian menu B2SA dari DKPP Purbalingga bagi siswanya. Ia berharap dengan adanya pengenalan menu B2SA ini dapat membangkitkan motivasi wali murid siswa untuk memberikan makanan kepada anak seperti yang telah dicontohkan.”Dan yang paling penting lagi mudah-mudahan dengan program ini dan tindak lanjut dari orang tua akan meningkatkan kecerdasan anak-anaknya, karena mereka masih pada usia pertumbuhan dan perkembangan dimana faktor dari makanan bergizi juga menjadi faktor utama untuk kecerdasan anak,” harap Indah.
