Dinkes Imbau Masyarakat Waspadai DBD

24 January 2019
yandip prov jateng

Kota Pekalongan – Pergeseran musim kemarau ke musim hujan berpotensial untuk perkembangan nyamuk aides aegypti yang menyebabkan demam berdarah atau demam dengue (DBD). Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budianto SKM MKes mengimbau masyarakat untuk mewaspadai genangan-genangan air di sekitar rumah, lahan kosongĀ  yang tidak tertutup rapat dapat menjadi tempat tumbuh jentik-jentik nyamuk.

Saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Rabu (23/1/2019) Budi mengungkapkan perubahan hujan ke panas inilah yang menimbulkan genangan tempat perindukan nyamuk. “Pada bulan Januari ini kami sudah temukan empat kasus di empat kelurahan yakni Podosugih, Medono, Noyontaansari, dan Kuripan Kidul. Upaya pemusnahan jentik nyamuk kami lakukan fogging dua kali putaran untuk mematikan dan memastikan kembali,” terang Budi.

Kelurahan yang endemis atau setiap tahunnya ada kasus DBD tentu harus lebih sadar menanggulangi kasus DBD, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus digalakkan, dan mulai memberdayakan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan. “Kami ingin mengimplementasikan gerakan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (Jumantik) agar masyarakat sendiri yang memastikan setiap minggu tidak ada jentik. Hal ini tentu harus dilakukan serentak satu rukun warga atau satu kelurahan untuk memutus mata rantai perkembangan nyamuk,” tegas Budi.

Budi bersyukur kasus DBD awal tahun ini tidak menyebabkan kematian. Tahun 2018 jumlah kasus menurun dari tahun 2017, dari 47 kasus menjadi 36 kasus. “DBD harus masyarakat waspadai karena menyebakan kematian, selama dua tahun ada lima kasus orang meninggal karena DBD. Ini karena masyarakat terlambat menangani, mereka mengira penyakit biasa, padahal ketika fase penurunan inilah yang berbahaya,” kata Budi.

Budi berharap tahun 2019 ini kasus DBD semakin murun dan tidak ada yang meninggal. “Mari giatkan PSN di rumah dan lingkungan sekitar, menjaga ketahanan tubuh, dan selalu peduli dengan kebersihan lingkungan,” tandas Budi.

Skip to content