Dinarspus Purbalingga Gencarkan ‘Arsip Masuk Sekolah’

18 February 2019
yandip prov jateng
Dinarspus Purbalingga Gencarkan ‘Arsip Masuk Sekolah’

PURBALINGGA, INFO – Dalam rangka meningkatkan pelayanan arsip, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarspus) Kabupaten Purbalingga menggencarkan program ‘Arsip Masuk Sekolah’. Program ini bertujuan untuk menyelamatkan dan melestarikan arsip yang ada di sekolah.”Selain itu tersedianya back up arsip sekolah, sehingga arsip-arsip penting yang ada di sekolah bisa terselamatkan,” kata Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Layanan Kearsipan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarspus) Kabupaten Purbalingga, Nani Herawati pada kegiatan Workshop Arsip Berbasis IT bagi Pengelola Arsip Sekolah Tingkat Menengah Kerjasama Dindikbud dan Dinarspus di Dindikbud Kab Purbalingga, beberapa waktu lalu.

Program ‘Arsip Masuk Sekolah’ sendiri merupakan pengelolaan arsip yang meliputi buku induk, ijazah dan SKHU maupun arsip lainnya. Dari program tersebut, Dinarspus Purbalingga memberikan fasilitas berupa digitalisasi dan preservasi arsip sekolah.”Kegiatan sudah dimulai dari Tahun 2015 dengan jumlah sekolah yang ada di Purbalingga sekitar 600 sekolah mulai dari tingkat TK/PAUD, SD/MI, dan SMP/MTs negeri dan swasta,” ujar Nani.

Namun sampai dengan saat ini baru 60 sekolah yang sudah difasilitasi kegiatan digitalisasi dan preservasi arsip. Serta sudah ada 90 ribu berkas yang terdigitalisasi arsip, sedangkan untuk preservasi arsip ada 60 buku induk yang diperbaiki kembali karena rusak.”Dengan adanya kegiatan digitalisasi dan preservasi arsip sekolah ini, nantinya akan memudahkan pihak sekolah maupun alumni ketika mencari data siswa berdasarkan angkatan atau kelas,” katanya.

Digencarkannya program ‘Arsip Masuk Sekolah’ ini sebagai wujud pelayanan arsip dari Dinarspus Purbalingga pada sekolah agar tercipta arsip yang sistematis dan praktis. Kemudian program ini nantinya juga akan memberikan manfaat bagi sekolah dimana fisik arsip sekolah dapat terjaga dengan baik.”Apabila arsip ini dibutuhkan suatu waktu dapat dilihat dengan mudah karena sudah terdigitalisasi dan bisa langsung dicetak dari digital arsipnya,” terang Nani.

Lebih lanjut, ia menjelaskan rata-rata sekolah yang ada di Purbalingga belum menyimpan dan merawat arsip sekolahnya dengan optimal. Hal ini dikarenakan belum adanya Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola arsip di sekolah.”Apalagi di tingkat TK dan SD, tidak ada sekretariat ataupun unit kearsipan disana sehingga belum adanya ruang khusus arsip dan sarana untuk mengelola arsip tersebut,” pungkasnya.

Skip to content