Danrem 073/Makutarama Tutup TMMD Desa Bonomerto

09 August 2018
yandip prov jateng
Danrem 073/Makutarama Tutup TMMD Desa Bonomerto

Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap II (Reguler ke-102 dan Sengkuyung 2) di Desa Bonomerto Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, Rabu (8/8) siang,  ditutup Komandan Korem (Danrem) 073 Makutarama, Kol. (Inf) Joni Pardede,   ditandai dengan  pemukulan kentongan.

Hadir dan turut menyaksikan dalam upacara penutupan tersebut, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Anggota Forkompinda, Kepala Dinas/Instansi terkait, dan tamu undangan perwakilan dari masyarakat.

Sambutan tertulis Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono (Selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD) yang disampaikan Danrem 073 Makutarama Kol. (Inf) Joni Pardede (selaku Irup dalam upacara penutupan TMMD) antara lain mengatakan, pembangunan wilayah desa merupakan salah satu realisasi dari kebijakan nasional Nawacita yang ingin mewujudkan pembangunan Indonesia dari pinggiran.

“Lebih jauh, salah satu fokus dari pembangunan nasional ini berupaya untuk mewujudkan kestabilan dan kemajuan Indonesia secara keseluruhan. Melalui pembangunan inilah, potensi yang ada di pedesaan harus dikembangkan, dan kekurangan yang ada harus diatasi guna mencapai pemerataan, pertumbuhan serta kemandirian desa secara berkelanjutan,” sebut Kasad Jenderal Mulyono.

Lebih lanjut Jenderal Mulyono menyebutkan, salah satu peran nyata TNI dalam mendukung pembangunan tersebut adalah turut serta pada kegiatan TMMD ke-102 TA 2018 yang diselenggarakan selama 30 hari mulai 10 Juli s/d 8 Agustus 2018.

Selain mewujudkan kemanunggalan TNI dan Rakyat, TMMD yang dilaksanakan 3 kali dalam setahun ini juga merupakan wahana untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan serta Ketahanan Nasional guna menjaga keutuhan NKRI kepada masyarakat dan khususnya generasi milenial.

Terkait hal tersebut, kata Jenderal Mulyono, tema yang diangkat sangatlah tepat apabila dihadapkan dengan kondisi generasi muda saat ini yang semakin modern. “Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, moralitas dan karakter generasi muda juga harus dibangun sehingga menjadi pribadi yang kreatif, aktif, inovatif dan berjiwa nasionalis yang kuat,” sebutnya.

Menurut Kasad, TMMD yang bertema “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial” ini, dalam skala nasional, telah berhasil mewujudkan program rehabilitasi lebih dari 200 unit rumah tidak layak huni, pembukaan 86 km jalan baru, pengerasan dan betonisasi 60 km jalan, perbaikan 30 rumah ibadah dan 8 sekolah, pembangunan jembatan dengan panjang total 252 m, pembauatan 43 unit MCK, pembangunan Poskamling dan saluran drainase di lebih dari 30 desa, pemberian kambing kepada peternak binaan serta penanaman 3.500 pohon di lahan konservasi alam.

“Sasaran non fisik fokus program TMMD kali ini telah diarahkan untuk menumbuhkan kekebalan dalam menghadapi isu-isu disintegrasi dan hal-hal yang mengarah pada konflik sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut, Satgas yang bersinergi dengan dinas terkait di Pemda setempat, telah melaksanakan penyuluhan tentang hukum, wawasan kebangsaan, kerukunan antar umat beragama, serta bahaya Narkoba dan paham-paham radikal,” sebutnya.

Disampaikan Kasad, setiap Satgas juga mengeluarkan tim-tim yang bertugas memberikan asistensi tentang pemeliharaan Kamtibmas, pencegahan dan penanganan Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan), penyuluhan kesehatan dan program KB, serta bimbingan tentang cara-cara bertani dan berternak yang modern.

Menurutnya, bahwa kegiatan penyuluhan dan asistensi  yang telah dilaksanakan ini, mendapat apresiasi dan perhatian dari banyak pihak, karena menyentuh problem-problem aktual yang dihadapi oleh masyarakat kita di daerah-daerah terpencil, serta menyasar elemen –elemen masyarakat yang rentan terhadap masalah-masalah sosial.

Beliau berharap, apa yang telah dilaksanakan tersebut, dapat menjadi trigger/pemicu untuk mendorong semangat masyarakat kita, untuk terus maju dan berkembang. “Pelihara hasil program TMMD, agar manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang,” pesan Kasad pada akhir sambutannya.

Sementara itu, laporan Komandan Kodim (Dandim) 0714/Salatiga Letkol (Inf) Prayogha Erawan  mengatakan, pelaksanaan TMMD di Wilayah Kodim 0714/Salatiga  sasaran fisik, sasaran pokok (1) Betonisasi Jalan Dusun (Dsn) Krajan – Dsn Gedong, Desa (Ds) Bonomerto, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang panjang 1.571 m, lebar 3 m, tebal 12 cm, (2) rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) 11 unit telah selesai 100%.                                 Sasaran tambahan disebutkan, (1) Betonisasi Jalan (Dusun Mesu – Dsn Gedong, Desa Bonomerto) panjang 158 m, lebar 3 m, dan tebal 12 cm. (2) Betonisasi jalan Dsn Gedong – Dsn Jaten, Desa Bonomerto, Kecamatan Suruh, panjang 360 m, lebar 3m dan tebal 12 cm. (3) Rehab Mushola Al Amin 1 unit, serta Pembuatan Jamban sebanyak 10 unit, semua selesai 100%.                                                                                                                                       Sasaran non fisik disampaikan, (1) Penyuluhan dan pelayanan KB gratis (Dinas KB dan Dalduk), (2) Pelayanan Kesehatan gratis dan Khitan Masal yang dilakukan (Dinkes dan RST Salatiga), (3) Bazar Umum (Disperindag, Bulog, Primkop Kartika C-3, Desa se-Kecamatan Suruh), (4) Donor darah (PMI), (5)  Sosialisasi Narkoba, Terorism (Polres Semarang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang).

Berikut, (6) Sosialisasi Penerimaan Anggota TNI (Ajenrem 073 Makutarama), (7) Wasbang Dan Bela Negara, Matematika (Kodim 0714/Salatiga dan Kesbangpol), (8) Sosialisasi 10 Program Pokok PKK (TP PKK Kabupaten Semarang), (9) Soialisasi Penanggulangan Dan Pencegahan Kematian Ibu Hamil (Dinas KB), (10) Sosialisasi Undang-Undang Perkawinan dan KDRT (Kemenag Kabupaten Semarang).                                                           Selanjutnya disebutkan, “ (11) Olah Raga Bersama, Kesenian dan Kebersihan antar Desa (Kodim 0714/Salatiga dan Dispermasdes), (12) Pelatihan Pengolahan Sampah dan Penghijauan  (Dinas Lingkungan Hidup), (13) Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana (BPBD), (14 Praktek Pertanian dan Perikanan  (Dinas Pertanian, Perikanan Dan Pangan), (15) Penyuluhan Pemadan Kebakaran (Satpol PP Dan Damkar), (16) Sosialisasi Pengolahan Air Bersih (PDAM), (17) Sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor (Kantor Samsat), dan (18) Soialiasi BPJS Kesehatan Dan Ketenagakerjaan (BPJS dan Dinas Ketenagakerjaan), Sebutnya.

Administrasi Dukungan Desa Sasaran                                                                               Administrasi Dukungan Desa Sasaran disebutkan Dandim Prayogha, dari APBD Provinsi Jawa Tengah Rp 150 jt, APBD Kabupaten Semarang (BLT) Rp 447,7 jt dan (BLM) senilai Rp 110 jt. Selanjutnya dukungan lainnya disebutkan Swadaya Desa Bonomerto Rp 300jt, Baznas Kabupaten Semarang Rp 22 jt, dan DUK Operasional Satgas Rp 323,9 jt. Dandim Prayogha juga menyampaikan, waktu pelaksanaan TMMD  untuk Pra TMMD dimulai 25 Juni – 9 Juli 2018, sedangkan untuk pelaksanaan TMMD terhitung mulai 10 Juli s/d 8 Agustus 2018. (L).

Skip to content