JEPARA – Harapan nelayan Jepara kembali melaut dan mendapatkan ikan usai cuaca buruk reda, tampaknya belum dapat terwujud dalam waktu dekat ini. Pasalnya, mereka kini tengah dihadapkan pada hari-hari purnama dan terang bulan yang berdampak pada hasil tangkapan tidak memuaskan. Untuk meringankan beban ekonomi para keluarga nelayan ini, Pemkab Jepara memberikan bantuan berupa beras paceklik.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud empati dan kepedulian pemerintah. Andi menegaskan bantuan ini bukanlah yang terpenting. Namun, ia berdoa agar selepas dari musim ini para nelayan mendapat hasil yang maksimal serta melimpah.
“Mudah-mudahan dapat diterima dan dimanfaatkan, tapi jangan dilihat dari jumlahnya. Semoga musim ikan secepatnya datang, dan hasilnya melimpah ruah,” ujarnya saat penyerahan bantuan kepada Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara di KUD Eko Karyo Mino, Rabu (11/3/2020).
Pihaknya mencatat, jumlah nelayan yang saat ini mengalami masa paceklik sebanyak 11,7 ribu orang. Sedangkan total bantuan beras yang disalurkan, baik dari pemerintah maupun dari Tanjung Jati Grup hanya 31 ton. Sedangkan setiap nelayan nantinya akan mendapatkan masing-masing lima kilogram, seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga masih ada kekurangan 27 ton lebih.
Untuk itu, dirinya berharap kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati Raya yang terdapat 30 perusahaan di dalamnya, dapat lebih memberikan bantuan dengan jumlah banyak. Pihaknya akan menunggu jawaban, sehingga para nelayan terdampak paceklik mendapat jumlah bantuan yang sama.
“Mereka sama-sama memanfaatkan di sekitar perairan tentu erat hubungannya dengan yang ada di pesisir pantai,” kata Andi.
Setelah tercukupi, seluruh bantuan baik yang telah diserahkan kepada HNSI dan tambahan, akan didistribusikan bersama-sama pada akhir Maret ini.
Sementara itu, Eko Wilman salah satu nelayan mengatakan bantuan beras paceklik sangat bermanfaat.
“Terima kasih, sangat terbantu. Karena ketika kapal tidak berlayar atau lagi tidak musim ikan, maka tidak ada pemasukan,” tutur dia.
Penulis : Diskominfo Jepara
Editor : Di, Diskominfo Jateng*P
