Bupati Pimpin Apel Bendera Pataka Kirab Satu Negeri

06 October 2018
yandip prov jateng
Bupati Pimpin Apel Bendera Pataka Kirab Satu Negeri

PEMALANG – Bupati Pemalang, H.Junaedi diwakili Asisten Pemerintahan H.Aunurofiq, Selasa (9/10) pimpin Apel Bendera Pataka ” Kirab Satu Negeri ”  Gerakan Pemuda Ansor, di Halaman Pendopo Kabupaten Pemalang.

Bupati Pemalang Junaedi, dalam teks sambutanya yang dibacakan Asiaten Pemerintahan Sekda, Aunurofiq menyampaikan selamat datang, serta ucapan terimakasih, juga penghargaan yang tinggi kepada Pengurus Pusat GP Ansor, dan Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Pemalang, yang telah menginisiasi terlaksanannya kegiatan Apel Bendera Pataka.
Bupati menandaskan, apel tersebut sekaligus membuktikan komitmen kuat GP Ansor, untuk mengajak masyarakat menghargai kemajemukan, dan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Bupati berharap, Kegiatan tersebut, dapat  menjadikan Indonesia sebagai inspirasi dunia dalam hal kehidupan majemuk yang damai.

Sementara itu, Ketua GP. Ansor Cabang Pemalang, Maghfudin mengatakan,  kirab satu negeri yang diikuti keluarga besar NU,  dimulai sejak 16 September 2018 dengan stars di 5 zona. antara lain Zona Sabang, Merauke, Miangas, Rote dan Zona Nunukan. Sedangkan yang masuk ke Kabupaten Pemalang,  melalui jalur Provinsi Jawa Tengah. Adalah dari zona Merauke yang datang pada Jum’at (5/10/2018) kemarin, melalui  pesawat dan turun di Kota Semarang. Dari Kota Semarang, Merah Putih dikirab ke Kabupaten Kendal – Kabupaten Batang – Kota Pekalongan – Kabupaten Pekalongan – Kabupaten Pemalang – dan saat di Karangreja akan dilakukan serah terima ke Kabupaten Purbalingga.

Maghfudin menuturkan, kirab Merah Putih dimaksudkan untuk menyatukan Indonesia, bela Agama, bela Bangsa.
“Kami dari Gerakan Pemuda Ansor menggagas bahwa kita itu sama. Merah Putih merupakan bendera pusaka yang harus kita kawal sampai akhir hayat dan kita harus menjaganya”. kata Mahgfudin.

Dengan kegiatan tersebut, Maghfudin mengajak kepada semua elemen bangsa, ormas, organisasi kepemudaan, dan sebagainya untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI yang berdasarkan pancasila, dan kebhinekaan.
“Mari kita rawat toleransi sesama umat, sesama bangsa Indonesia  tetap terjaga, sehingga tercipta kondisi yang aman dan damai “. ajak Maghfudin.
Dalam kirab tersebut tidak ada bendera lain, kecuali Merah Putih.

Skip to content