Purworejo-Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM akhirnya melantik empat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama hasil lelang jabatan di Ruang Bagelen Komplek Kantor Bupati Purworejo.
Turut hadir Wakil Bupati Yuli Hastuti SH, Ketua panitia seleksi (Pansel) Husni Amriyanto Putra bersama anggotanya Supriyono dan Achmad Kurniawan Kadir, Sekda Purworejo Drs Said Romadhon serta semua unsur organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Purworejo.
Empat pejabat yang dilantik yakni, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Purworejo Agus Ari Setiyadi SSos ditetapkan sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Sudarmi yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan dilantik sebagai Kepala Dinkes. Demikian pula Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Suranto ditetapkan sebagai kepala Dinas.
Sedangkan di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Bupati memilih Gathot Suprapto SH yang sebelumnya menjadi salah satu Kabid di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai Kadinas.
Dalam sambutanya Bupati mengapresiasi kerja pansel. Dirinya menyadari jika menyeleksi pejabat eselon II bukan hal yang mudah. Namun menurutnya, pansel mampu mengerjakan tugas tersebut dengan baik. Bupati meminta agar kepala dinas yang dilantik segera meningkatkan kecepatan dalam bekerja. Apalagi mereka dilantik menjelang akhir tahun anggaran.
“Jadi kepala dinas harus menambah speed (kecepatan) nya. Kita adalah teamwork dimana pekerjaan tidak dibebankan kepala daerah semata namun semua harus bekerjasama. Tanpa ada kerjasama yang baik, Purworejo tidak akan mencapai seperti yang diinginkan masyarakat,” kata Bupati.
Bupati juga mengingatkan jika nama-nama yang dipilihnya harus mampu melakanakan semua pekerjaan dengan baik. Dia meminta agar sebagai kepala dinas juga harus memiliki jiwa entrepreneur dan berintegritas.
“Tanpa ada jiwa entrepreneur dan integritas, seseorang akan melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya tidak dilakukan,” imbuh Bupati.
Lebih lanjut Bupati mengungkapkan jika memilih JPT Pratama atau pejabat tinggi level II atau eselon 2 tidaklah mudah. Dia melihat jika prosesnya tidak semudah yang ada dalam bayangannya. Disebutkan jika minat untuk memasukkan pendaftaran saat dibuka lelang, masih sangat minim dilakukan oleh pejabat yang memiliki kualifikasi.
“Kedepan saya minta saat pendaftaran itu jangan lagi-lagi dodorong untuk memenuhi kuota, ini tidak baik,” tutur Bupati.
Menurutnya, seorang ASN harus memiliki kesadaran diri untuk menunjukkan prestasi. Apapaun alasannya, menjadi pejabat di eselon 2 adalah sebuah kebanggaan dan memiliki gengsi yang baik serta untuk menunjukkan prestasinya.
“Saya tidak tahu apakah yang enggan mendaftar itu tidak punya kapasitas atau kalau tidak dipilih itu menjadi malu,” tambahnya.
Bupati juga menyampaikan jika di tahun 2019 akan ada 9 jabatan eselon 2 yang kosong. Ini menjadi kesempatan bagi seluruh pejabat di eselon III atau yang memenuhi syarat untuk bisa menunjukkan dirinya.
“Jangan sampai seperti tahun ini, ada lowongan kok sedikit sekali yang mendaftar,” imbuh Bupati.