Bupati Jepara Ahmad Marzuqi beserta sejumlah pejabat Pemkab Jepara meninjau lokasi longsor di Dukuh Jehan Desa Kunir, Kecamatan Keling Jepara, Kamis (17/1). Tinjauan ini guna melihat dan memastikan keadaan masyarakat, yang bermukim diseputaran lokasi longsor.
Setibanya di Desa Kunir, Ahmad Marzuqi langsung menuju titik lokasi bencana tanah longsor. Bahkan ia sempat berdialog dengan sejumlah dinas/instansi teknis, baik dari jajaran Pemkab Jepara hingga pemangku kebijakan di wilayah itu. Dalam dialog tersebut dikatakannya, membahas persamaan persepsi tentang penanggulangan bencana hingga paska bencana. “Untuk memberikan semangat kepada masyarakat yang terkena musibah. Juga memastikan kondisi lingkungan di lokasi itu, yang sering terjadi musibah tanah longsor,” ujar Bupati Jepara.
Usai meninjau lokasi bencana, orang nomor satu di Kabupaten Jepara ini melanjutkan kunjungannya ke tempat pengungsian. Ahmad Marzuqi pun bercengkerama dan berdialog dengan sejumlah pengungsi, sekaligus mengimbau untuk bersedia direlokasi ketempat yang lebih aman. “Rencananya rumah yang akan dibangun di lokasi lahan warga masing-masing, dibantu melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” ucap dia.
Kepada warga, Ahmad Marzuqi meminta untuk bersabar atas musibah tersebut. Dalam kunjungannya itu, bupati juga memberikan secara langsung bantuan kepada para korban bencana tanah longsor.
Ditemui terpisah, salah seorang warga yang rumahnya tertimpa material longsor, Rustianah mengaku bersedia untuk direlokasi, kendati hunian barunya nanti dibangun di atas lahan sendiri. “Orang tua saya ada lahan di lokasi lebih aman,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menuturkan, rencananya semua korban memang rumahnya akan direlokasi ke tempat yang lebih aman. Terkait penanganan tebing yang longsor, hingga kemarin proses pembersihan material masih terus dilakukan.
Rencananya, tebing akan dibuat berundak (terasering) dengan diperkuat dengan susunan bambu. Tapi konstruksi ini sifatnya sementara, sebab nantinya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Jepara akan memperkuatnya dengan bronjong. “Untuk susunan bambu nanti disusun hingga tengah tebing saja sudah cukup. Ini pernah kita lakukan juga di Tempur dan cukup kuat,” kata Arwin.
Untuk memastikan rencana ini, Senin (21/1) akan diadakan rapat koordinasi dengan dinas terkait membahas tindak lanjut penanganan lokasi longsor. Rapat tersebut, rencananya akan dipimpin langsung oleh Sekda Jepara Sholih.
Untuk diketahui, bencana tanah longsor yang menimbun permukiman Desa Kunir berdampak pada rusaknya sebanyak lima rumah, dihuni empat Kepala Keluarga (KK) berjumlah sembilan jiwa. Oleh karena itu, pemerintah berjanji dalam waktu dekat akan segera merelokasi para korban longsor, mengingat lokasi yang rawan untuk dijadikan tempat pemukiman warga.
