CILACAP – Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji menyerahkan bantuan alat pengering padi (dryer) dan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) Tahun 2018 kepada 10 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani, Rabu (30/1/2019).
Sepuluh Gapoktan penerima bantuan dryer tersebut yakni Gapoktan Tani Maju Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya dengan kapasitas 6 ton, Poktan Jangkar Bumi Desa Kalijeruk Kecamatan Kawunganten kapasitas 6 ton, dan Gapoktan Marsudi Tani desa Klumprit desa Nusawungu berkapasitas 10 ton.
Kemudian Gapoktan Brayan Makmur Desa Banjareja Nusawungu kapasitas 10 ton, Gapoktan Ngudi Rejeki Desa Karangsari Kecamatan Adipala kapasitas 10 ton,dan Poktan Taruna Tani Akur Desa Mentasan Kecamatan Kawunganten kapasitas 6 ton.
Selanjutnya Gapoktan Sumber Rejeki Desa Mulyadadi Majenang kapasitas 10 ton, Gapoktan Murih Rahayu Desa Sumingkir Jeruklegi kapasitas 6 ton, Gapoktan Ngudi Rahayu Desa Kuripan Kecamatan Kesugihan kapasitas 10 ton, dan 1 unit SP3T untuk Gapoktan Rukun Sentosa Desa Sikampuh Kroya.
Penyerahan dan uji coba dilakukan Bupati bersama sejumlah Ketua Gapoktan di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya. Hadir pula Forkompimda, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dispanbun Cilacap, Kepala Bulog Sub Divre IV Banyumas, Camat Kroya, dan sejumlah undangan.“Saya berharap dengan bantuan ini, petani dapat memenuhi standar produksi pertanian yang ditetapkan oleh Bulog sehingga harga jualnya semakin tinggi”, kata Bupati.
Keberadaan SP3T, lanjut Bupati, diharapkan dapat mendukung kelompok tani menjadi satuan usaha yang tangguh, modern, dan mandiri. SP3T dilengkapi dengan bangunan pelindung, mesin pemanen padi, mesin pengering padi, mesin penggiling padi, mesin pengemas dan alat angkut.
Ketua Gapoktan Tani Maju desa Pesanggrahan Kecamatan Kroya, Subandi Sumodiarto menjelaskan, ada beberapa keuntungan ekonomis yang diperoleh dengan penggunaan dyer. Secara umum para petani dapat menghemat biaya dan waktu dalam pengeringan gabah
