
BANYUMAS –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas melakukan droping air bersih secara rutin di sembilan desa yang sebagian warganya kesulitan mendapatkan air bersih sejak sekitar sebulan lalu. Kekeringan di Kabupaten Banyumas saat ini makin meluas. Ini terlihat dari permintaan droping air dari desa-desa yang makin bertambah.
Kepala BPBD Banyumas, Prasetyo Budi Widodo, usai apel pagi Selasa (5/9) mengatakan, hingga kini pihaknya sudah melakukan droping air kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain sembilan desa tersebut, BPBD juga telah menerima permintaan dropping air bersih dari 12 desa. Di antaranya, permintaan dari Desa Pengadegan Kecamatan Wangon, Desa Suro dan Srowot Kecamatan Kalibagor, Desa Klinting Kecamatan Somagede, Desa Nusadadi dan Desa Kebokura Kecamatan Sumpiuh, Desa Plangkapan Kecamatan Tambak, dan Desa Karanganyar Kecamatan Patikraja.
“Pemerintah desa di 12 desa tersebut sudah mengajukan permintaan droping air melalui sambungan telepon atau pesan pendek ke petugas BPBD. Namun agar mempunyai legalitas, kami minta agar mereka membuat surat resmi, sehingga kami bisa segera menindaklanjuti, kalo hanya sms takut ada orang iseng saja” jelasnya.
Dia menyebutkan, untuk kebutuhan droping air bersih, BPBD telah menyiapkan dua mobil tangki berkapasitas 5.000 liter per mobil tangki.
“Bila yang 12 desa tersebut nantinya juga dikirim air bersih, maka pasokan air akan dilakukan bergilir karena keterbatasan armada,” jelasnya.
Prasetyo menambahkan untuk kebutuhan droping air bersih, BPBD masih memiliki stok ketersediaan air hingga 500 tangki lagi. Sedangkan jumlah desa yang diperkirakan akan mengajukan permintaan droping air, diperkirakan akan terus bertambah mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung sekitar dua bulan lagi.
Saat ini droping air masih dilaksanakan BPBD, namun apabila anggaran untuk kebutuhan droping air nantinya sudah tidak cukup, BPBD akan mengandeng perusahaan swasta maupun BPBD Propinsi untuk membantu
“Apabila anggaran kami sudah habis, kami akan minta bantaun Pemerintah Propinsi maupun swasta. Terutama pada perusahaan-perusahaan swasta, agar melalui program CSR-nya bisa mengalokasikan anggaran untuk melakukan droping air bersih,” jelasnya.
Parsito
