BREBES – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes menggelar inspeksi mendadak (sidak) di pabrik garmen, PT. Yeon Heung Mega Sari yang berada di Desa Jagapura, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Senin 21 Januari 2019.
Dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), BNK Brebes bersama tim Dokter Kesehatan Polres Brebes melakukan test urine terhadap 385 karyawan laki-laki di pabrik garmen tersebut. Sebetulnya, terdapat 3290 karyawan yang ada di pabrik itu, namun pihak perusahaan hanya menekankan test urine pada pekerja laki-laki saja.
Kepala Pelaksana Harian BNK Brebes, Atmo Tan Sidik menjelaskan, sidak tersebut dilakukan secara mendadak untuk mendapatkan hasil yang sesuai fakta. “Kami lakukan ini tanpa pemberitahuan, sehingga didapatkan data yang real, tanpa rekayasa,” jelasnya.
Atmo juga mengatakan, pihaknya baru pertama kali melakukan giat tersebut di perusahaan atau pabrik. “Giat ini berkat peran aktif perusahaan untuk memeriksa karyawannya sedini mungkin. Sidak di pabrik ini juga bagi kami baru pertama kalinya,” ungkapnya.
Setelah semua target diperiksa, didapatkan hasil bahwa semua karyawan negatif melakukan penyalahgunaan narkoba. Hanya saja terdapat satu orang yang positif menggunakan obat, namun dengan resep dokter.
“Karyawan tersebut memang positif, tapi dia menggunakan resep dokter karena sedang sakit. Jadi penggunaan obatnya sesuai koridor ketentuan. Tapi jika memang ada pekerja yang terduga atau terbukti menyalahgunakan narkoba, maka kita akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menjalani rehabilitasi,” papar Atmo.
Tim Dokter Polres Brebes, dr. Nani Yulia usai melakukan test urine menjelaskan, dalam sidak tersebut didapat hasil yang memuaskan. Sebab, tidak ada satupun yang positif melakukan penyalahgunaan obat-obatan.
“Jadi pada alat regen untuk test urine, ada 6 parameter yang akurat. Bila ada penyalahgunaan obat-obatan, baik narkotika maupun psikotropika kami akan dapat mendeteksinya,” jelas dr. Nani.
Kepala HRD (Personalia) PT. Yeon Heung Mega Sari, Teguh Dwi Prasetyo memberikan apresiasi atas sidak yang dilakukan BNK. “Kami menyambut baik kerjasama ini dan untuk mendeteksi lebih dini barangkali ada penyalahgunaan dan peredaran obat terlarang di lingkungan pabrik,” terangnya.
Dikatakan oleh Teguh, sidak tersebut juga dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang jatuh pada bulan Januari hingga Februari. Selain itu, sidak tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Jadi Brebes ke 341.
Teguh kembali mengatakan, demi keselamatan dan kesehatan pekerja, pihak PT selalu rutin mengadakan pelatihan K3. “Dalam training tersebut kita libatkan ahli K3. Hal ini sebagai upaya agar karyawan selalu mengedepankan keselamatan dan kesehatan dalam lingkungan kerja,” pungkasnya.
22 January 2019
yandip prov jateng
