BLORA – Tahun depan, Pemerintah Kabupaten Blora masih fokus pada pembangunan infrastruktur jalan. Pasalnya, masih ada jalan tembus yang akan dibangun maupun diperbaiki, untuk membuka akses masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Blora Djoko Nugroho pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Wanarakuti Banglor (Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Blora) di Pendapa Kabupaten Jepara, Selasa (10/3/2020). Menurutnya, pembangunan jalan tembus Blora-Ngawi melalui Randublatung-Getas-Banjarejo (batas Ngawi) diperlukan, untuk membuka akses wilayah Blora bagian selatan menuju tol Solo-Kertosono.
“Selama ini warga kami yang ada di bagian selatan (Randublatung, Kedungtuban, Kradenan, dan Jati) ketika ingin ke Ngawi selalu berputar lewat Cepu dulu, terlalu jauh. Jika jalan tembus Randublatung ke Ngawi ini bisa dibangun, alangkah senangnya mereka. Akses menuju pintu tol juga semakin dekat,” ucap bupati.
Dengan begitu, lanjutnya, jalur transportasi semakin dekat dan pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa berkembang lebih cepat.
“Apalagi di wilayah ini banyak menghasilkan komoditas hasil pertanian seperti jagung yang melimpah. Selama ini harganya selalu anjlok karena aksesnya sulit. Sebagian memang sudah kami beton, sisanya kami mohon batuannya pak gubernur,” lanjut Djoko.
Diharapkan, dengan adanya pembangunan jalan tembus menuju Ngawi ini, ada peningkatan status jalan yang tadinya jalan kabupaten menjadi jalan provinsi, atau bahkan menjadi jalan nasional. Sebab, jalan itu menghubungkan dua kabupaten di dua provinsi yang berbeda.
Pada kesempatan itu, bupati juga menyampaikan rencana pembangunan lainnya di 2021. Seperti, pembangunan double track jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya yang akan melintasi Kabupaten Blora, pembangunan Bendung Gerak Karangnongko di Sungai Bengawan Solo Kecamatan Kradenan. Dan kelanjutan proyek pembangunan Bandara Ngloram.
“Alhamdulillah tahun 2020 ini Pemkab Bojonegoro akan membantu Blora, membangun jembatan penghubung antara Ngraho menuju Kradenan via Desa Luwihaji ke Desa Medalem. Sehingga kami merencanakan pelebaran jalan Medalem-Menden-Pilang, revitalisasi Pasar Menden, dan pengembangan daya tarik wisata Goa Sentono,” tambah bupati.
Keberadaan jalan nasional Rembang-Blora-Cepu yang baru tiga tahun berjalan, menurut Bupati juga berhasil mendorong peningkatan ekonomi. Hal ini disikapi Pemkab Blora dengan menyiapkan rencana penyediaan terminal angkutan barang dan penyiapkan Kawasan Peruntukan Industri (KPI).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi perencanaan pembangunan yang disampaikan bupati. Menurut gubernur, kemiskinan di Blora masih 11 persen, sehingga Pemprov Jateng siap untuk membantu agar jumlahnya bisa segera turun.
“Dari lima Kabupaten di wilayah pengembangan Wanarakuti Banglor, kemiskinannya yang paling tinggi, yaitu Rembang sekitar 14 persen dan Blora sekitar 11 persen. Lainnya dibawah 10 persen. Maka sudah seharusnya kita memberikan perhatian yang lebih kepada Rembang dan Blora,” ucap Ganjar.
Khusus untuk Blora, gubernur menyadari infrastruktur jalan masih menjadi fokus utama. Terlebih separuh wilayahnya berupa hutan.
“Poin-poin apa saja yang disampaikan bupati, akan kita catat. Kita bikin long list agar nantinya bisa dilihat prioritasnya. Terima kasih untuk Blora yang sudah baik, dan responsif terhadap aduan masyarakat. Semoga bisa terus ditingkatkan,” lanjut Gubernur Ganjar Pranowo.
Berdasarkan paparan yang disampaikan gubernur, Kabupaten Blora menerima aduan masyarakat paling tinggi dibanding empat kabupaten lainnya, yakni 110 aduan. Namun bukan berarti semakin banyak aduan, semakin bermasalah.
“Justru menandakan ada pola komunikasi yang baik. Dari 110 aduan tersebut, semuanya telah terjawab dengan baik. Blora memang medsosnya bagus. Sedangkan kabupaten lainnya ada yang belum terjawab semuanya,” tambah gubernur.
Gubernur meminta agar arah pembangunan ke depan berorientasi dan berdampak pada wilayah regional, meningkatkan konektivitas antar wilayah, dan tidak hanya untuk satu kabupaten.
“Blora sudah bagus, bisa menjalin komunikasi dengan daerah sekitarnya. Bahkan Kabupaten Bojonegoro informasinya akan membangunkan jembatan Bengawan Solo untuk menghubungkan wilayahnya menuju Blora. Ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi diantara kedua daerah, bagus itu,” pungkas gubernur.
Penulis : Tim Liputan Prokompim Setda Blora
Editor : Di, Diskominfo Jateng*P
