BISNIS SYAR’I TAPI HATI TETAP NKRI

03 February 2019
yandip prov jateng

Batang – Bupati Batang Wihaji memandang positif masyarakat Kabupaten Batang yang semakin maju tingkat pendidikan dan maju pula pola pikirnya. Termasuk dalam berbisnis banyak yang memilih tipe sesuai dengan syariah Islam.”Saya kira tidak masalah jika masyarakat Batang lebih condong pada bisnis yang berpola syar’i. Selama di dalam hatinya tetap tertanam Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI) tidak menjadi masalah, karena hal itu merupakan bagian dari pilihan kehidupan warga masa kini yang lebih menyukai pilihan serba syar’i,” ungkap Bupati usai membuka acara Studium General Madrasah Bisnis Abdurrahman Bin Auf Angkatan IV dan Seleksi Wirausaha Muda Berprestasi Tahun 2019 di Aula Kabupaten Batang, Sabtu (2/2/2019).

Ia menyatakan, program Wirausaha Muda Berprestasi dari Madrasah Bisnis ini senada dengan program Pemerintah Kabupaten Batang yaitu Penciptaan 1.000 Wirausaha Muda Baru. Tentu kegiatan ini merupakan kabar yang menggembirakan dan akan menciptakan inovasi baru yang bersifat pemahaman positif bagi calon atau pengusaha muda yang akan memunculkan para wirausaha di kalangan kaum muda Kabupaten Batang. “Pemkab tetap memberikan dukungan penuh bagi kemajuan pengusaha muda Batang, salah satunya menyiapkan bantuan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM), guna mendukung usaha baru. Hal itu untuk mengatasi permasalah utama para pengusa muda baru yaitu modal dan pemasaran. Pemkab menyiapkan bantuan modal dari perbankan syari’ah sedangkan pemasaran kuncinya ada di komunikasi yang intensif antara produsen dengan konsumen,” paparnya.

Bupati juga mendukung adanya kombinasi antara wirausaha muda dengan program “Ngombe Kopi” atau Ngomong Bebas Karo Pak Wihaji lan Pak Suyono. Menurutnya, selama kegiatan itu bersinergi dengan Pemkab dapat diikutsertakan pada program tersebut.

Ia menghimbau kepada para pengusaha muda supaya menyiapkan diri dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Untuk menghadapinya generasi milenial harus memiliki ide-ide inovarif dan kreatif, jika tidak ingin tertinggal. “Sedangkan nasib seseorang di masa depan tidak ada yang mengetahui, yang terpenting adalah giat berusaha. Kalau ada usaha, insya Allah bisa gagal, bisa pula berhasil, tetapi kalau tidak ada usaha sama sekali sudah pasti gagal,” tegasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Uni Kuslantasi Wihaji menambahkan, ada sekitar 15 anggota PKK yang diikutkan dalam program Madrasah Bisnis, karena ada keterkaitan dengan penguatan ekonomi kerakyatan. Dalam program kerja PKK juga terdapat kegiatan khusus untuk wirausaha muda baru bernama Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).”Anggota PKK yang berkeinginan kuat untuk menjadi wirausaha kami jembatani ke Madrasah Bisnis, sebab sudah terbukti bisa mencetak para wirausaha muda sukses, tentu dengan diiringi niat dan tekad yang kuat,” ungkapnya.

Menurutnya, zaman milenial memang konsumen mencari sesuatu yang unik, menarik dan nyentrik. Maka sebagai seorang produsen harus pandai-pandai mengkolaborasikan antara kreativitas dengan keinginan konsumen. “Adanya layanan antar jemput “Ojek Syar’i atau OJESY” merupakan langkah inovatif dari kawula muda yang terdapat keunikan tersendiri, yaitu ojek khusus kaum wanita, karena pengemudi dan penumpangnya pun semua wanita,” terangnya.

Ia juga menegaskan, TP. PKK Kabupaten Batang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Madrasah Bisnis. Jika memberi dampak positif dan pelatihan itu lebih banyak  mencetak pengusaha-pengusaha muda sukses di Batang, tentu kerja sama ini akan dilanjutkan.

Ia juga menambahkan, PKK bersama Madrasah Bisnis saat ini sedang merancang Gedung Wanita untuk menjadi tempat “nongkrong” anak muda milenial. “Isinya pun akan jauh berbeda dari Minggon Jatinan yang lebih tradisional, tetapi di program baru nanti semua serba milenial dan modern. Masyarakat Kabupaten harap bersabar sebentar menunggu kejutan istimewa yang sedang dipersiapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Madrasah Bisnis Abdurrohman Bin Auf, Nurrochman Assayidi menerangkan, sengaja mengundang pengusaha muda Reza Zamir asal Kota Surabaya karena dapat menginspirasi anak-anak muda Batang.”Memang Madrasah Bisnis menginisiasi lahirnya Komunitas Pengusaha Muda Batang, yang ingin bersinergi dengan program Bupati Wihaji yaitu penciptaan 1.000 wirausaha muda Batang,” katanya.

Ia juga menjelaskan, setelah mengikuti Studium General, mereka yang lolos seleksi akan mengikuti pembelajaran selama tiga bulan. Kemudian kita akan pilih santri terbaik untuk “menahkodai” salah satu start up bisnis dari Madrasah Bisnis. “Nantinya ada 40 santri yang akan diseleksi dengan menyerahkan proposal bisnis, agar kami bisa mempelajari bisnis yang akan digeluti. Tetapi jika ada yang belum mampu membuat proposal bisnis, kami akan bantu dengan menyampaikan materi kuliah “Studi Kelayakan Bisnis”, agar calon-calon pengusaha muda dari Madrasah Bisnis mahir dalam promosi secara lisan maupun tulisan,” pungkasnya

Skip to content