Biasakan Pilah Sampah dari Rumah

10 August 2022
yandip prov jateng

KUDUS – Permasalahan sampah dan iklim sudah sepatutnya mendapat perhatian bersama. Karena, pada dasarnya setiap orang membuang sampah, contoh sederhananya adalah sampah rumah tangga.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo pada webinar Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Kampung Iklim di ruang pertemuan lantai III, Gedung C Dukcapil Kudus, Selasa (9/8/2022). Menurutnya, masyarakat perlu dibudayakan memilah sampah dengan konsep sederhana, seperti organik dan anorganik.

“Sampah yang paling besar (jumlahnya) itu dari rumah tangga. Maka, semua sampah kering/basah, organik/anorganik jangan dijadikan satu tempat. Karena selain bau, nantinya tidak bisa diolah,” jelas Mawar.

Disampaikan, dirinya telah menerapkan pilah sampah di rumah, sejak enam bulan lalu. Awalnya, memang tidak mudah karena harus selalu mengingatkan keluarga untuk membuang jenis sampah ke tempat sampah yang sesuai. Namun, setelah dibiasakan setiap hari, akhirnya kebiasan baik tersebut menjadi ringan.

“Harus dibiasakan itu (memilah sampah) dan harus dari diri sendiri dulu. Saya sendiri sudah coba lakukan enam bulan lalu. Awalnya memang gak mudah, karena harus selalu ingetin anak-anak saya,” ungkapnya.

Mawar menjelaskan, sampah organik yang sudah terpilah akan diolah menjadi kompos yang bermanfaat sebagai pupuk tanaman. Dicontohkan, penerapan pengolahan kompos di Oasis Djarum, yang bekerja sama dengan pemerintah. Pupuk kompos tersebut pada akhirnya akan dikembalikan lagi untuk menyuburkan tanaman, khususnya penghijauan.

“Penghijauan adalah buat kelangsungan hidup anak cucu kita. Kita hidup di dunia ini hanya sementara, maka yang bisa kita lakukan adalah dengan merawat alam ini,” pesannya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus, Abdul Halil, menyampaikan webinar digelar untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sebagai budaya masyarakat.

“Strategi pemerintah daerah untuk pengelolaan sampah rumah tangga dan pelaksanaan program kampung iklim. Dengan maksud untuk mengoptimalkan pelaksana pengelolaan sampah dan pengendalian perubahan iklim,” jelasnya.

Disampaikan, Pemerintah Kabupaten Kudus berhasil meraih penghargaan Nirwasita Tantra 2021. Prestasi itu diraih atas keberhasilan Bupati Kudus dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan untuk pembangunan berkelanjutan, guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerah.

“Tahun ini dimulai penilaian Adipura, mohon doa restu dan dukungan agar memperoleh penghargaan kembali. Setelah dua tahun tidak ada, karena pandemi,” imbuhnya.

Penulis: Kontributor Kab Kudus
Editor,: Di, Diskominfo Jateng

Skip to content