KLATEN – Ratusan relawan kebencanaan di Kabupaten Klaten menggelar doa bersama untuk korban bencana alam di tanah air yang terjadi sepanjang tahun 2018 lalu. Hal itu dilakukan menyusul ditetapkannya tahun 2018 sebagai tahun bencana nasional.
Doa bersama dilakukan di halaman kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, pada Rabu (02/12/2018) malam. Kegiatan bertajuk bantuan religi itu diikuti sedikitnya 200 relawan kebencaan termasuk Tim Reaksi Cepat (TRC), dan pegawai BPBD Klaten.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto mengatakan doa bersama merupakan salah satu upaya refleksi menghadapi tahun 2019. Sebab data yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), rentetan bencana di tahun 2018 cukup besar.
“BNPB telah menetapkan tahun 2018 sebagai tahun bencana nasional. Dan itu cukup beralasan karena secara kuantitas perbandingan jumlah bencana di tahun sebelumnya dengan 2018 sangat signifikan,” kata dia, Rabu (02/01/2018) malam.
Disampaikan, pada tahun 2018 jumlah bencana di Indonesia mencapai 2.862 kejadian. Jumlah tersebut berbanding jauh dengan jumlah bencana tahun 2017 sebanyak 2.564 kejadian. Rentetan bencana yang terjadi di tahun 2018 juga lebih besar dan jaraknya berdekatan.
“Maka kita bersama-sama mendoakan seluruh korban yang terjadi akibat bencana alam di seluruh Indonesia. Sehingga hal ini bisa menjadi refleksi kita menghadapi tahun 2019 khususnya Klaten,” imbuh dia.
Terkait kejadian bencana di Kabupaten Klaten selama tahun 2018 mencapai ratusan. Meliputi angin ribut 95 kejadian, tanah longsor 4 kejadian, dan banjir 11 kejadian. Dari keseluruhan bencana telah mengakibatkan kerugian materiil sebesar Rp 2.207.845.000.
“Kekeringan di Klaten juga cukup banyak, karena droping air sudah mencapai 748 tangki. Belum lagi tambahan dari pihak swasta dan badan usaha lainnya,” jelas dia.
Dengan diadakannya doa bersama ini, pihaknya berharap tahun 2019 Indonesia khususnya Kabupaten Klaten dijauhkan dari bencana alam dan marabahaya. Apalagi, pada awal tahun 2019 ini berdasarkan informasi dari BMKG, telah memasuki puncak musim hujan.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekminto yang hadir dalam doa bersama itu menyampaikan agar seluruh relawan dapat mempersiapkan diri menghadapi tahun 2019. Persiapan meliputi sisi logistik dan sarana prasarana.
“Bencana memang tidak bisa diprediksi. Maka saya minta semua pihak segera menginventarisir segala kelengkapan. Jadi persiapan itu tidak hanya fisik tapi juga spritual,” pungkasnya.