SURAKARTA Bantuan untuk melawan pandemi Covid-19 terus mengalir kepada Pemerintah Kota Surakarta untuk disalurkan kepada masyarakat.
Pada Jumat (17/4/2020), Pemkot Surakarta menerima bantuan dari pengusaha Puspo Wardoyo, berupa uang tunai Rp100 juta dan nasi kotak bagi orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif Covid-19 selama menjalani masa karantina. Bantuan juga datang dari Bank BRI Kota Surakarta berupa 25 unit portable wastafel. Sedangkan Yayasan STAPA Center-Sampoerna untuk Indonesia menyumbangkan lima unit portable sink, sejumlah sprayer kit, disinfektan, hand sanitizer, dan masker.
Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo memberikan apresiasi atas bantuan-bantuan yang diberikan berbagai pihak tersebut.
“Saatnya kepedulian ini kita lakukan bersama sama dengan gotong royong, untuk mengatasi dan memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kota Surakarta. Untuk itu saya perlu sampaikan kepada seluruh pengusaha di kota Surakarta, bahwa kehadiran bantuan dari seluruh pengusaha untuk menangani wabah Covid-19 akan bisa meringankan beban pemerintah,” ujar Rudy.
Pada kesempatan tersebut, Rudy menyampaikan perkembangan kasus pandemik Covid-19 di Kota Surakarta. Jumlah pasien positif Covid-19 pada Kamis (16/4/2020) menjadi delapan orang, atau mengalami penambahan tiga orang dari hari sebelumnya. Untuk itu, dirinya menyatakan Kota Surakarta belum aman, dan masih dalam status kewaspadaan.
Dia mengapresiasi uotaya gotong royong yang dilakukan masyarakat. Rudy mencontohkan, ketika ada pemudik di wilayah Surakarta langsung melapor ke posko siaga, sehingga posko akan langsung melakukan penjemputan untuk selanjutnya melakukan skrining sebelum dikarantina.
“Ini yang menjadi perhatian kita bersama. Dan dengan adanya bantuan dari seluruh donatur ini akan membuat beban pemerintah menjadi ringan, dan semoga bisa menjadi contoh pengusaha yang lain,” tegasnya.
Penulis : Kontributor Kota Surakarta
Editor : WH/Diskominfo Jtg
