“Aja Kemruyuk Nang Pasar”

24 June 2020
yandip prov jateng

TEMANGGUNG – Bupati Temanggung Al Khadziq melakukan kunjungan ke Pasar Legi Parakan, Temanggung, untuk memastikan protokol kesehatan telah diterapkan di pasar tradisional, Selasa (23/6/2020).

Dalam kesempatan tersebut, bupati mengimbau seluruh pengunjung pasar untuk menerapkan protokol kesehatan, dengan menjaga jarak minimal satu meter antarpengunjung pasar, serta memakai masker. Hindari kerumunan di pasar.

“Aja kemruyuk nek nang pasar, sing penting nganggo masker kabeh. Nek pasare kenang virus mengko wong padha wedhi mrene. Mengko sampeyan rugi ora payu. Mulane aja nganti kena virus. Bar nyekel duit cuci tangan, nggawa kaya ngene apa ora sampeyan?(Jangan berkerumun saat di pasar, yang penting semuanya memakai masker. Kalau pasarnya kena virus nanti orang pada takut ke sini. Nanti kalian rugi tidak laku, makanya jangan sampai kena virus. Setelah memegang uang cuci tangan, bawa seperti ini tidak kalian?),” kata Khadziq sambil menunjukkan handsanitizer kepada pedagang yang dijumpainya.

Pada kesempatan tersebut, Al Khadziq juga menerima masukan dari pengurus pasar, pedagang, maupun pengunjung, termasuk mencermati kegiatan ekonomi di Pasar Legi di masa pandemi Covid-19 ini.

Lina Pujiati (33), salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Legi mengatakan, ia sudah mencuci tangan di tempat yang telah disediakan oleh pengurus pasar, meskipun ia tidak membawa handsanitizer. Lina mengaku, ia dan pedagang lainya sudah menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Pasar Legi Parakan, Siti Sundariyah mengatakan, di pasar yang dikelolanya, protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Bahkan setiap pintu masuk dijaga petugas.

“Warga yang akan masuk harus cuci tangan, kemudian dilakukan pemeriksaan suhu tubuhnya menggunakan thermogun, serta wajib memakai masker,” jelasnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Sayur Menoreh Nanang Budiyanto menuturkan, pasar pagi memang sudah mulai ramai sejak pukul 04.00 WIB. Namun tetap menerapkan physical distancing.

Dikatakannya, pasar pagi digunakan untuk kulakan “bakul eyek” (pedagang sayur keliling) yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 600 pedagang dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung. Bahkan ada dari Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo.

“Alhamdulillah kalau untuk kesadaran, karena pedagang dan pembeli sudah saling mengingatkan. Di sini itu banyak paguyuban jadi sering sosialisasi tentang kesehatan juga. Harapan kami, Corona cepat berlalu kemudian ada pemulihan keadaan, pemulihan kepercayan masyarakat agar tidak takut berbelanja lagi di pasar,” ungkap Nanang.

Sementara itu, Ahmad, salah satu pedagang pernak-pernik di Pasar Legi menuturkan, geliat perekonomian agak tersendat sebagai dampak dari pandemi.

“Kalau dagangan saya seperti ini sedikit-sedikit masih laku tetap disyukuri saja. Yakin nanti pandemi berlalu keadaan kembali normal. Sekarang jalankan saja protokol kesehatan, berjuang bersama tidak usah saling menyalahkan,” ujarnya.

Penulis : MC TMG/Safi; GTPP Covid-19 Kabupaten Temanggung; Ekape
Editor : WH/Diskominfo Jtg

Skip to content