60 Sapi Desa Singosari, Mojosongo Diperiksa Kebuntingan

20 February 2019
yandip prov jateng

BOYOLALI – Sesuai dengan potensinya, Kabupaten Boyolali sebagai sentra ternak sapi yang tersebar di berbagai wilayah. Untuk memastikan bahwa produksi sapi di Kabupaten Boyoalli tetap stabil, petugas inseminator dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali mengontrol sapi sapi yang ada di Kota Susu.

Seperti yang dilakukan petugas Disnakkan pada Selasa (19/2) siang di Desa Singosari; Kecamatan Mojosongo, ternak warga setempat mendapatkan pelayanan pemeriksaan kebuntingan dan penanggulangan kemajiran atau gangguan proses reproduksi khususnya sapi perah. Sebanyak 60 ekor sapi yang diperiksa merupakan sapi yang telah di-inseminasi buatan (IB) dua bulan sebelumnya.”Sehingga bisa dilakukan pemeriksaaan kebuntingan yaitu pendeteksian tingkat keberhasilan inseminasi buatan di Boyolali khususnya di daerah sapi perah,” ujar Kasi Perbibitan Ternak Disnakkan Kabupaten Boyolali, Sugiyarto.

Selain itu, untuk sapi sapi yang telah tiga kali IB dan belum berhasil bunting, maka akan dilakukan pemeriksaan Asisten Teknik Reproduksi (ATR) oleh petugas secara periodik. Hal tersebut dilakukan untuk menanggulangi kemajiran sehingga apabila di dalam organ reproduksi terjadi gangguan bisa segera diketahui dan ditangani.”Untuk kegiatan ATR ini dilakukan secara periodik diseluruh wilayah Kabupaten Boyolali, tidak hanya di daerah sapi perah tetapi juga sapi potong yang kebetulan tahun ini Boyolali mendapat program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting-red). Sehingga semua pelaksanaan inseminasi maupun pemeriksanaan kebuntingan dilakukan secara gratis tidak dipungut biaya apapun,” jelasnya.

Melihat perkembangan IB yang telah dilakukan di Boyolali, tingkat keberhasilan IB mampu mencapai 78 persen dari 300 ekor sapi yang di beri IB setiap hari. Untuk itu, pihaknya menhimbau kepada para peternak agar lebih memperhatikan sapi miliknya untuk memastikan bahwa hewan ternak tersebut siap untuk diberi IB dengan didukung obat-obat lain yang mampu merangsang reproduksi sapi.”Kemudian ada suntikan B complex untuk menjaga stamina sapi tanpa kecuali baik yang bunting maupun yang tidak bunting. Sapi yang sudah tiga kali dilakukan IB namun belum berhasil dan sapi dalam kondisi yang kurang baik, kita beri hormon untuk merangsang supaya birahi kembali,” imbuhnya.

Pelayanan yang diberikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak dalam berbudidaya sapi. Pihaknya juga memberi kemudahan untuk para peternak saat melakukan IB dengan menghubungi petugas inseminator dan sapi peternak akan segera diperiksa.

Skip to content