UNGARAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyerahkan bantuan program penguatan pelaku usaha mikro bertajuk Z-Mart, untuk 30 orang penerima di Kabupaten Semarang. Program itu diperkuat oleh Baznas Kabupaten Semarang, dengan bantuan serupa untuk 21 penerima.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Baznas Jateng KH Dr Ahmad Darodji, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Senin (3/8/2026) sore.
Ketua Baznas Kabupaten Semarang Khadziq Faisol menyampaikan, bantuan berupa peralatan kios penjualan kebutuhan sehari-hari dan barang dagangan itu diberikan, untuk membantu mengembangkan usaha para penerima. Selain itu, seluruh penerima bantuan juga telah mendapatkan pelatihan mengelola kios eceran.
“Semua penerima telah operasional. Sudah ada peningkatan omzet penjualan sampai Rp5 juta sebulan, setelah dilakukan intervensi,” kata Faisol.
Disampaikan, total bantuan program Z-Mart dari Baznas RI untuk 30 penerima, sebesar Rp240 juta. Sedangkan dari Baznas Kabupaten Semarang untuk 21 penerima, total Rp146 juta.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Darodji menegaskan, zakat diberikan kepada penerima (mustahik) agar mereka berdaya secara ekonomi, lalu menjadi pembayar zakat (muzakki). Salah satu caranya, dengan memberikan bantuan modal guna mendukung kegiatan produktif para mustahik.
“Penerima agar bersungguh-sungguh mengembangkan usahanya. Inilah sarana mengumpulkan rejeki, agar menjadi muzakki,” tegasnya.
Darodji berharap, Kios Z-Mart dapat tersebar di 235 desa/kelurahan, yang ada di Kabupaten Semarang.
Senada, Bupati Semarang Ngesti Nugraha juga berharap, para pelaku UMKM dapat terus mengembangkan usahanya.
“Sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Penerima bantuan, Slamet Rahayu (46) mengaku senang, mendapatkan bantuan dari Baznas.
“Pendapatan per bulan tidak tentu. Harapannya, bantuan ini dapat menambah pendapatan warung saya,” kata penjual makanan kecil, warga Dusun Karang Bolo, Desa Kerep, Ungaran Barat ini.
Penulis: Junaedi, Diskominfo Kab Semarang
Editor: Di, Diskomdigi Jateng
