3 Kelurahan Dijadikan Uji Sampel Kualitas Air Bersih

16 November 2018
yandip prov jateng
3 Kelurahan Dijadikan Uji Sampel Kualitas Air Bersih

Kota Pekalongan, Info Publik – Dinas Lingkungan Hidup mengadakan pengambilan sampel dan uji kualitas air sumur galian di 3 Kelurahan di Kota Pekalongan yaitu Kelurahan Klego, Kelurahan Krapyak dan Kelurahan Poncol, Kamis (15/11/2018)

Pengambil sampel ini dalam rangka untuk mengetahui kualitas air sumur galian di Kota Pekalongan apakah layak digunakan atau tidak dan mengecek PH, suhu dan kandungan bakteriologi.

Hadi Riskiyanto, Kasi Pengelolaan Laboratorium Lingkungan bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH, mengatakan pengambilan sampel dan uji laboratorium air sumur ini memang rutin diadakan. Di tahun 2018, DLH mengambil 15 titik untuk 15 kelurahan dimana tiap kelurahan diambil 2 sampel pada musim kemarau untuk memastikan adanya pencemaran atau tidak.

Menurutnya, sekarang ini hampir seluruh warga Kota Pekalongan sudah tidak lagi menggunakan sumur galian, mereka beralih  menggunakan sumur PAMSIMAS( Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ). Hadi mengaku, warga yang masih menggunakan air sumur galian hanya digunakan sebagai air sekunder seperti untuk mencuci dan mandi dan tidak digunakan untuk konsumsi sehari-hari.

“Meskipun masih ada yang masih menggunakan air sumur galian, kami tetap melakukan pengambilan sampel dan uji lab rutin dengan sistem jemput bola yaitu kami langsung menyambangi lokasi, kemudian sampel yang sudah diambil, diuji oleh petugas analisa laboratorium dan hasilnya bisa diketahui langsung”, kata Hadi.

Pengambilan sampel yang telah dilakukan di tahun 2018, sejumlah hasil telah ditemukan bahwa untuk air sumur galian di daerah Kota Pekalongan bagian Utara seperti daerah Bandengan, kualitas airnya sudah tidak layak dikonsumsi dimana dinilai sanitasi kandungan garam tinggi yang membuat air menjadi berubah warna dan rasa menjadi asin. Sedangkan untuk bagian Selatan yang mayoritas daerahnya berdekatan dengan kawasan industri batik mengindikasikan adanya pencemaran COD (Chemical Oxygen Demand) yang tinggi. Konsentrasi COD yang tinggi dalam air menunjukkan adanya bahan pencemar organik dan jumlah mikroorganisme yang dapat menimbulkan berbagai penyakit bagi manusia.

“Harapannya setelah adanya pengambilan sampel dan uji lab ini, warga Kota Pekalongan lebih bijaksana dalam menggunakan air seperti halnya air sumur galian sebaiknya hanya digunakan sebagai air sekunder, sedangkan penggunaan untuk sumur PAMSIMAS (sumur artesis dalam) dimohon untuk sehemat mungkin, sebab pemborosan air SUMUR PAMSIMAS bisa merugikan juga karena dapat mengakibatkan penurunan muka tanah”, tegasnya.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

Skip to content