
BOYOLALI – Setelah melalui seleksi dengan materi tes tertulis pada Rabu (31/1) lalu, audisi peserta duta seni dan misi kebudayaan pelajar Boyolali tahun 2018 memasuki audisi tahap I. Dari 389 peserta yang mengikuti seleksi tertulis, tersaring 160 peserta untuk diseleksi ke tahap selanjutnya yakni uji bakat seni yang ada di dalam diri peserta.
Audisi tahap I ini digelar di Museum R. Hamong Wardoyo, Jumat-Minggu (9-11/2). Mereka diminta menampilkan bakat nembang (menyanyi dengan menggunakan bahasa Jawa), bakat menari tarian rakyat, dan bakat lainnya untuk mencuri perhatian dewan juri.
“Dengan adanya audisi ini kita ingin membentuk seorang teknokrat (seseorang yang berkiprah dalam pemerintahan-red) yang memiliki jiwa seni dengan basis kebudayaan, jadi saat mereka terjun ke masyarakat dia akan empati dan simpati terkait seni budaya yang dimiliki Kabupaten Boyolali,” ungkap salah satu dewan juri, Ribut Budi Santoso di sela proses audisi, Sabtu (10/2).
Audisi bakat seni ini selain melihat sisi akademis peserta, sekaligus sebagai ruang untuk memperlihatkan bakat yang dimiliki peserta.
“Wajib menampilkan kesenian, selain sisi akademi yang baik, kemampuan bakat seni juga dapat diasah,” lanjut Ribut.
Salah satu peserta, Mamas Prasongko yang telah menampilkan tarian “buto gedruk”. Dirinya berharap bisa lolos sampai tahap terakhir dan dikirim ke negara tujuan.
“Semoga bisa lolos agar bisa menampilkan budaya Boyolali ke luar negeri,” harap siswa SMK Negeri 1 Musuk ini.
Setelah tahap audisi uji bakat ini, akan didapat 90 peserta yang akan dibekali dengan latihan dasar (latsar). Sedikit berbeda dengan tahun lalu, latsar kali ini dilaksanakan terlebih dahulu untuk mengerucutkan 50 peserta untuk menuju audisi tahap II dan III.
Seperti diketahui pengiriman duta seni dan misi kebudayaan menjadi program tahunan Pemkab Boyolali. Untuk tahun ini diwacanakan akan melawat ke negara di Amerika Selatan yakni Brasil dan Meksiko serta negara Oseania, Selandia Baru.
