MUNGKID – Bupati Magelang, Zaenal Arifin meminta kesiapan seluruh OPD sesuai tugas dan fungsinya untuk persiapan penyelenggaraan Hari Raya Idulfitri. Ia juga kembali mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, dan tidak mudik selama Lebaran.
“Kami minta masyarakat untuk tidak mudik, dan tetap mematuhi protokol kesehatan saat menjalankan ibadah dan aktivitas di bulan suci Ramadan,” tegasnya saat memimpin Rakor terpadu menyambut Hari Raya Idulfitri Tahun 2021/1442 Hijriah, melalui video conference dari Rumah Dinas, Kamis (29/4/2021).
Menurut bupati, ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian, di antaranya ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau. Selain itu, ketersediaan stok tunai rupiah di bank maupun ATM.
“Kemudian keselamatan dan kelancaran lalu lintas yang berkaitan dengan infrastruktur, transportasi beserta kelengkapannya, BBM yang memadai,” pesannya.
Selanjutnya, bupati menekankan perlunya keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat, termasuk tempat ibadah, pusat keramaian seperti pasar, mal, objek wisata serta simpul-simpul transportasi.
“Selain itu juga masalah sosial dan bencana, kewaspadaan dan pengawasan terhadap bahan pangan yang rusak, kedaluwarsa, penggunaan bahan berbahaya dan tidak berlabel, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai bagi masyarakat,” papar Zaenal.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan pengawalan dan pengamanan dalam menyambut Hari Raya Idulfitri, akan dibentuk Posko Terpadu sebagai koordinator dan pengendalian pengamanan perayaan lebaran di Kabupaten Magelang.
Zaenal menekankan para Kepala OPD terkait agar mendirikan posko teknis sesuai dengan tugas dan fungsinya, serta melaporkan situasi dan kondisi selama pelaksanaan tugas kepada Posko Terpadu melalui sarana media yang sudah disediakan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso melaporkan terkait harga kebutuhan pokok masyarakat sejauh ini masih relatif normal dan terjangkau.
Di antaranya, beras premium Rp11.000 – Rp11.500 per kilogram, beras medium Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp13.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per kilogram. Namun demikian, ada kenaikan harga di beberapa komoditas di antaranya daging ayam Rp32.000 menjadi Rp36.000 per kilogram, telur ayam Rp22.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Sementara terkait harga cabai, baik cabai merah, keriting, kemudian harga bawang merah dan bawang putih, menurut Iwan, sangat fluktuatif namun masih terjangkau.
Data stok per 5 April 2021 yang bersumber dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM menyebutkan, stok beras masih 2.394,53 ton, minyak goreng 169.591 liter, gula pasir 280.741 kg, telur ayam ras 25.112 kg, daging ayam 7.155 kg, daging sapi 1.415 kg, cabai merah 2.756 kg, rawit merah 1.764 kg, bawang merah 3.209 kg, bawang putih 4.896 kg.
“Ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Magelang sampai saat ini masih aman. Sementara untuk harga juga masih relatif stabil dan terjangkau meski ada kenaikan di beberapa komoditas, namun itupun juga tidak terlalu signifikan,” ungkap Iwan.
Penulis: KontributorKabMgl
Editor: WH/DiskominfoJtg
