PURWOREJO – Para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Purworejo didorong untuk terus meningkatkan kualitas dan kompetensi dirinya. Dengan begitu, mereka dapat meningkatkan kualitas para peserta didiknya, baik intelektual, mental, maupun moralitas.
“Guru hendaknya tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan maupun ilmu agama, namun juga harus menjadi sosok yang mencerahkan, mampu memupuk nilai-nilai kasih sayang, keteladanan dan moralitas,” ujar Bupati Purworejo, RH Agus Bastian, pada acara Pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Purworejo, di Berjan, beberapa hari lalu.
Bupati mengungkapkan, lembaga pendidikan milik Nahdlatul Ulama (NU), telah menghasilkan jutaan pelajar di berbagai daerah di Indonesia. Mereka telah ikut mewarnai dinamika kehidupan masyarakat berbangsa, dan bernegara. Dalam kaitan tersebut, menurutnya, peran guru Nahdlatul Ulama sangat penting guna mewujudkan keberhasilan proses pendidikan
Bupati berharap para guru yang tergabung dalam Pergunu bisa turut memberikan kontribusi secara aktif bagi pembangunan Purworejo, terutama mewujudkan salah satu misi yakni mewujudkan sumberdaya manusia yang berdaya saing.
Pimpinan Pusat Pergunu, Kyai Ruswan, mengatakan, Pergunu mempunyai dua sisi, yakni sebagai organisasi profesi, dan Badan Otonom NU.
“Sebagai organisasi profesi maka Pergunu itu sama dengan PGRI dan profesi guru yang lain. Peran utamanya memberikan perlindungan profesi sebagai guru upaya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan guru,” katanya.
Sebagai Badan Otonom, lanjutnya, Pergunu harus mengamankan kebijakan-kebijakan NU, dalam bidang pendidikan.
“(Hal lain) yang terpenting selalu menjaga ideologi Aswaja Ahmadiyah untuk guru-guru di lingkungan NU,” tandasnya.
Penulis: Riko, Kontributor Purworejo
Editor: Tn/Ul, Diskominfo Jateng
