Ribuan Anak Yatim Luar Panti Terima Santunan

09 October 2020
yandip prov jateng
Ribuan Anak Yatim Luar Panti Terima Santunan

UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang menyerahkan bantuan, berupa uang santunan kepada 3.653 orang anak yatim kurang mampu dan yang tidak tertampung di panti asuhan. Santunan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Semarang kepada perwakilan anak yatim luar panti di aula Kantor Kecamatan Bawen, Jumat (9/10/2020).

Bupati Semarang Mundjirin berpesan kepada anak-anak penerima santunan, agar tetap bersemangat menjalani kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kondisi yang dialami tidak harus menjadi halangan menggapai cita-cita setinggi langit.

“Tetap semangat menuntut ilmu untuk meraih masa depan yang baik. Pemerintah akan membantu memberikan kesempatan dan bantuan kepada kalian untuk mengembangkan diri,” katanya.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Semarang HM Risun menjelaskan, program santunan anak yatim luar panti ini sebagai wujud komitmen Pemkab Semarang dalam menjamin kesejahteraan sosial warganya.

Disampaikan, di Kabupaten Semarang terdapat 8.000 orang anak yatim yang belum diasuh di panti dan yang diusulkan untuk mendapat bantuan sebanyak 4.000 orang. Dari jumlah usulan tersebut, anak yatim yang belum diasuh di panti dan yang mendapat bantuan santuan sebanyak 3.653 orang.

“Hasil pendataan ada 8.000 (orang) anak yatim kurang mampu yang belum memperoleh pengasuhan di panti. Lewat dana APBD Kabupaten Semarang, program santunan ini sudah dilaksanakan sejak tahun lalu,” terangnya.

Ditambahkan, jumlah anak yatim luar panti yang menerima santunan tahun ini, masih sama dengan tahun lalu. Dan, setiap anak yatim mendapat uang tunai sebesar Rp250 ribu. Pemkab Semarang, lanjutnya, tetap berkomitmen memberikan santunan kepada seluruh anak yatim luar panti itu. Bahkan pada 2021 mendatang, besaran uang santunan akan ditambah.

Pada tahun ini pula, Pemkab Semarang mengalokasikan dana Rp6 miliar untuk bantuan sosial kepada 600 lembaga pendidikan nonformal keagamaan dan tempat ibadah.

Penulis: junaedi/Kominfo Kab Semarang
Editor: Di, Diskominfo Jateng

Skip to content