MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan ketika berbelanja kebutuhan menjelang lebaran di tengah pandemi Covid-19.
“Berkaitan dengan pembelanjaan menjelang Idulfitri 1441 Hijriyah ini ya secukupnya saja, jangan berlebihan,” kata ujar Sigit di sela-sela peninjauan kesiapan Kota Magelang menjelang lebaran ke sejumlah lokasi strategis, di antaranya pasar tradisional, pertokoan, Dinas Perhubungan Kota Magelang, dan agen elpiji. Sigit didampingi Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, dan unsur Forkopimda, Rabu (20/5/2020).
Sigit mengingatkan, selama masa pandemi Covid-19 ini masyarakat yang berbelanja juga harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, menjaga jarak fisik, dan segera mencuci tangan atau memakai hand sanitizer setelah transaksi belanja.
Sigit menilai kesiapan Kota Magelang sudah baik, semua berjalan tertib dan kondusif. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang juga sudah baik, meski sebelumnya beredar kabar di media sosial tentang kondisi pasar Rejowinangun belum teratur.
“Alhamdulillah dari apa yang kita lihat, semua berjalan tertib dan kondusif, juga sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Termasuk mengontrol yang kemarin sore sempat viral karena tidak teratur, parkiran membludak, dan sebagainya. Alhamdulillah sekarang sudah bagus. Jadi seperti ini yang harus dipertahankan,” papar Sigit.
Sigit juga memantau harga sejumlah komoditas di pasaran, seperti bawang merah, daging ayam dan lainnya. Dari hasil pantauannya, sejauh ini harga masih stabil. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, yakni bawang merah yang semula Rp30.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
“Ya saya kira wajar karena kan saat-saat seperti ini semuanya kan perlu masak. Yang saya harapkan masyarakat tetap mengontrol belanjanya. Jangan berlebihanlah, sesuai kebutuhan saja,” tandas Sigit.
Sebelum ke pasar, rombongan menyampaikan bingkisan senilai Rp200.000 dari PT PLN Persero kepada awak angkutan Kota Magelang di Dinas Perhubungan Kota Magelang. Kemudian ke agen LPJ Fatima Wates dan pasar modern, serta pasar tradisional.
“Saya mengecek ketersediaan gas, alhamdulillah mencukupi, bahkan sangat mencukupi. Banyak suplainya, karena mungkin permintaannya juga berkurang, wajar karena ada Covid-19,” ucapnya.
Sigit juga berharap tahun ini tidak ada lagi peredaran daging sapi gelonggonan. Ia meminta pedagang untuk menjaga kualitas barang dagangannya, demi melindungi konsumen dan menjaga citra Kota Magelang sebagai Kota Jasa.
“Kualitas harus masuk. Apalagi kalau ada gelonggongan, pasti akan saya proses. Saya juga sudah koordinasi ini tadi dengan Polres Magelang Kota,” tegas Sigit.
Penulis : Pro/kotamgl
Editor : WH/Diskominfo Jtg
