BATANG – Korps Lalu lintas (Korlantas) Polri bekerja sama dengan pemerintah pusat, menyiapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan memberikan pelatihan program peduli keselamatan secara bertahap. Program itu untuk para pengemudi angkutan umum yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda), yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi.
Saat menyampaikan Pelatihan Program Peduli Keselamatan, di Gedung Wanita Kabupaten Batang, Rabu (29/4/2020), Kanit Dikyasa Polres Batang, Sukarinto menekankan agar para awak angkutan memperhatikan jarak antarpenumpang. Apabila membawa penumpang, hendaknya selalu diberi jarak antartempat duduk, demi terhindar dari virus corona. Selain itu tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan kendaraan, serta selalu memakai masker.
“Saat membawa penumpang, khususnya sopir bus dan angkutan umum berikan jarak yang aman di tiap kursinya, supaya tidak sampai bersentuhan. Jangan sampai membawa penumpang berdesak-desakan, ” tutur Sukarinto.
Pihaknya juga mengingatkan apabila para pengemudi angkutan umum memiliki saudara yang merantau, terutama di wilayah zona merah, harap diberikan pengertian agar tidak mudik ke Batang.
Mengenai besaran JPS, Sukarinto menjelaskan, bantuan yang diberikan mencapai Rp600 ribu per orang selama tiga bulan berturut-turut. Bantuan diberikan kepada 554 orang pengemudi ojek, sopir bus, angkutan umum, biro perjalanan, tukang becak dan kusir andong.
“Semoga bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan dapat meringankan perekonomian keluarga awak angkutan yang terdampak pandemi Covid-19,” harapnya.
Sekretaris II Dewan Pimpinan Cabang Organda Batang, Abdul Muizamas mengutarakan, imbauan keselamatan dan JPS yang diberikan oleh Polres Batang sangat bermanfaat, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, para pengemudi angkutan umum dapat mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat membawa penumpang. Mereka akan lebih mengedepankan keselamatan diri dan penumpang, dengan menerapkan protokol kesehatan.
Diakui, dampak ekonomi dari pandemi Covid-19 pun dirasakan para pengemudi angkutan umum. Sehingga bantuan yang diberikan pemerintah pusat itu bermanfaat untuk membantu perekonomian mereka yang terdampak.
“Adanya penjarakan fisik ini berdampak pada berkurangnya pemasukan para awak angkutan, sehingga kami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar,” ungkap Abdul.
Dia bersama puluhan pengemudi angkutan umum mengucapkan terima kasih atas program pelatihan ini, yang telah membantu perekonomian keluarga mereka.
“Sebelum Corona muncul, angkutan umum ukuran kecil sekali mengangkut dapat membawa lima penumpang, atau kalau dirupiahkan mencapai Rp50 ribu. Sekarang untuk membeli bensin saja tidak cukup, karena hanya membawa satu sampai dua penumpang, terkadang malah kosong,” keluhnya.
Abdul berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir. Pemerintah juga mampu mengambil langkah-langkah tepat, sehingga para pengemudi angkutan umum dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Penulis: Mc Batang Jateng/Heri
Editor: dnk/Diskominfo Jateng
