1 Orang Positif Covid-19, Grobogan Tanggap Darurat

13 April 2020
yandip prov jateng
1 Orang Positif Covid-19, Grobogan Tanggap Darurat

GROBOGAN – Bupati Grobogan Sri Sumarni menaikkan status penanganan wabah virus Corona (Covid-19) dari siaga darurat menjadi tanggap darurat, Jumat (10/4/2020). Kenaikan status tersebut menyusul adanya kasus positif Corona di Grobogan.

Bupati Sri Sumarni menjelaskan, hasil uji swab pasien diterima pihaknya Kamis (9/4/2020) malam.

‘Dengan kondisi ini maka status Kabupaten Grobogan dari siaga darurat kami tingkatkan menjadi status tanggap darurat,” kata Bupati Grobogan Sri Sumarni saat jumpa pers di ruang rapat wakil bupati, Jumat (10/4/2020) didampingi Kepala BPBD Endang Sulistyoningsih, Kepala Dinas Kesehatan Slamet Widodo, dan Wakil Direktur RSUD Purwodadi Titik Wahyuningsih.

Dijelaskan, dari tujuh orang yang diuji swab, enam orang hasilnya negatif dan satu orang dinyatakan positif Covid-19. Orang yang dinyatakan positif Covid-19 adalah warga Kecamatan Geyer, berjenis kelamin perempuan, berusia 47 tahun.

Sebelumnya, pasien tersebut sempat menjalani perawatan di RSUD Purwodadi sejak 24 Maret lalu. Namun, sejak 2 April lalu, perempuan tersebut sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah sehat. Sebelum pulang, ia sudah sempat diambil sampel lendirnya untuk diuji laboratorium. Tetapi, sebelum hasil uji swab keluar, yang bersangkutan sudah diperbolehkan pulang.

“Setelah hasil tes swab keluarnya positif, yang bersangkutan kemudian kita jemput lagi untuk dirawat. Saat ini pasiennya ditempatkan di ruang isolasi RSUD Purwodadi,” imbuhnya.

Menurut bupati, penderita Covid-19 ini, sebelumnya punya riwayat pulang dari Hongkong pada beberapa bulan lalu. Setelah itu, ia juga sempat pergi ke rumah temannya di Yogyakarta yang sedang punya kerja. Tidak lama setelah dari Yogyakarta, yang bersangkuan periksa ke RSUD Purwodadi karena sakit batuk, demak, dan nyeri pada bagian ulu hati.

Sri Sumarni menambahkan, secara keseluruhan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Grobogan mencapai 51 orang. Dari jumlah tersebut yang sembuh 42 orang, dan meninggal tiga orang. Sementara, orang dalam pemantauan (ODP) 162 orang.

Penulis : Kadarwati, Diskominfo Grobogan
Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Skip to content