PURBALINGGA – Dampak negatif penyebaran virus Corona meningkatan kepedulian masyarakat, bukan hanya pada kesehatan diri dan keluarga, namun juga pada kesejahteraan lingkungan sekitar. Tak terkecuali, pengelola SD Negeri 2 Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga.
Kamis kemarin (26/3/2020) mereka memberikan bantuan sembako kepada enam orang pedagang makanan kecil yang biasanya berjualan di sekitar lingkungan sekolah. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk keprihatinan pihak sekolah karena kebijakan belajar mandiri di rumah untuk para pelajar telah membuat para pedagang hampir kehilangan mata pencahariannya.
Yu Warti, salah seorang pedagang merasa senang atas pemberian bantuan yang terdiri dari beras, mi instan, telur, dan minyak goreng tersebut.
“Terima kasih, Bu. Bantuan sembako ini sangat meringankan kami,” ujar Yu Warti yang mewakili rekan-rekannya sesama pedagang.
Kepala SDN 2 Klapasawit, Titi Priyatmi, mengatakan pemberian bantuan tersebut merupakan kesepakatan bersama para guru di sekolahnya.
“Ada yang usul bantuan berupa uang, dan ada yang usul dibantu sembako. Namun akhirnya disetujui bantuan sembako,” ujar Titi.
Untuk diketahui, proses pembelajaran harian di SDN 2 Klapasawit telah dialihkan menjadi pembelajaran mandiri sejak Senin (16/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020). Bahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga telah mengumumkan perpanjangan masa belajar mandiri bagi para siswa sampai dengan 13 April 2020.
Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan atas penyebaran Covid-19. Praktis, para pedagang yang terbiasa mengais rezeki dari penjualan jajanan sehat, terpaksa berhenti berjualan selama hampir sebulan.
“Screening” Para Pemudik
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga makin memperketat upaya antisipasi terhadap potensi penyebaran Covid-19 seiring dengan mulai berdatangannya para pemudik asal Purbalingga. Pihak Kecamatan Karangmoncol bahkan telah mendirikan posko pemeriksaan (screening) awal bagi para pemudik yang memasuki wilayahnya. Posko tersebut bertempat di Puskesmas Karangmoncol.
“Setelah dilakukan screening, para pemudik dapat melakukan karantina mandiri selama 14 hari kedepan. Jika ada keluhan terkait dengan kesehatan batuk, sesak nafas dan sakit tenggorokan segera melakukan pemeriksaan ke pusat pelayanan kesehatan terdekat,” ujar Camat Karangmoncol, Juli Atmadi, saat memantau jalannya posko, Kamis malam (26/3/2020).
Juli berpesan kepada para pemudik agar disiplin membersihkan diri setelah sampai di rumah masing-masing. Hal tersebut dilakukan sebagai tindakan preventif, jika tanpa disadari ada virus yang menempel selama perjalanan mudik.
“Selalu jaga kesehatan, jangan lupa selalu cuci tangan, hindari kerumunan, makan makanan yang bergizi dan berolahraga, agar imunitas kita selalu terjaga,” ujar Juli.
Juli juga berterimakasih kepada para petugas medis yang menjadi ujung tombak penanggulangan Covid-19.
Sementara itu, Galang Wiryadinata, salah satu petugas medis Puskesmas Karangmoncol mengatakan sampai malam Kamis malam pukul 23.24 WIB, tercatat 138 orang pemudik yang masuk ke wilayah kecamatan Karangmoncol. Hasil pemeriksaan cepat menunjukkan suhu tubuh para pemudik rata-rata normal, tidak ada keluhan batuk pilek, sesak dan demam. Sebagian besar pemudik, menurut Galang, justru mengeluhkan sakit kepala dan kelelahan akibat perjalanan jauh.
Dari data Puskesmas Karangmoncol terdapat 600 orang pemudik yang telah diperiksa secara cepat. Sebelum screening, para pemudik diwajibkan cuci tangan memakai sabun.
“Pemudik kebanyakan berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi,” kata Galang.
Penulis: PI-7/Kontributor Purbalingga
Editor: Tn/Diskominfo Jateng
