Perpustakaan Ambarawa Dilengkapi Ruang Inklusi Sosial

13 February 2020
yandip prov jateng

AMBARAWA – Gedung baru perpustakaan daerah Pemkab Semarang di Ambarawa saat ini dilengkapi dengan ruang kegiatan masyarakat, yang bisa dimanfaatkan beberapa kelompok masyarakat dan komunitas untuk berkarya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Hendy Lestari menjelaskan, perpustakaan nantinya tidak hanya pusat kegiatan baca masyarakat. Namun juga sebagai tempat peningkatan kesejahteraan pengguna perpustakaan.

“Kami sediakan ruang inklusi sosial di lantai II untuk dimanfaatkan warga. Tidak hanya yang terkait dengan literasi namun juga pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat,” terangnya saat mendampingi Bupati meninjau gedung perpustakaan daerah yang baru di Ambarawa, Rabu (12/2/2020).

Menurut Hendy, pihaknya mengikuti program Perpustakaan Nasional untuk memperkuat peran perpustakaan umum. Tidak hanya sebagai tempat membaca, namun juga untuk memberdayakan masyarakat setempat. Sebelumnya, di gedung Perpustakaan Ambarawa yang lama telah berjalan berbagai kegiatan inklusi sosial, antara lain latihan merajut, menulis artikel, story telling dan kegiatan produktif lainnya. Sekarang, setelah gedung lama dirombak total, ruang inklusi sosial itu semakin luas dan memadai.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga,” tegasnya.

Terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi, Hendy memastikan pada tahun ini fasilitas e-book gratis sudah bisa dinikmati warga secara gratis. Nantinya, e-book Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang itu akan terintegrasi dengan layanan serupa di Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah bahkan Perpustakaan Nasional. Diharapkan fasilitas ini akan dapat menambah minat generasi milenial yang akrab dengan naskah digital untuk membaca.

Usai meninjau, Bupati Semarang H Mundjirin meminta pengelola perpustakaan untuk aktif menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya, dengan mengajak siswa sekolah dasar maupun PAUD untuk belajar di perpustakaan.

“Pemkab Semarang meningkatkan fungsi dan layanan di Perpustakaan agar warga dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya. Jangan sampai bangunan sudah jadi tapi nganggur dan dimakan rayap karena tidak digunakan,” ujarnya.

Penulis : */junaedi
Editor : Di, Diskominfo Jateng

Skip to content