Kuncinya Niat, Doa, dan Selalu Latihan Soal

29 May 2019
ikp

SEMARANG – Salamah (39) tak bisa menahan haru saat menerima penghargaan untuk anaknya, Thowaf Adiarga, dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat Upacara Pelepasan Siswa dan Prasetya Alumnus SMK Negeri Jawa Tengah, Selasa (28/5/2019). Betapa tidak, siswa jurusan Teknik Otomasi Industri yang berasal dari keluarga kurang mampu, dapat meraih dua prestasi, yakni meraih nilai 100 UN Matematika, sekaligus Lulusan Terbaik SMK Negeri Jawa Tengah.

Salamah mewakili anaknya yang tidak bisa hadir saat upacara wisuda karena tengah mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan PT Cogindo. Memang, sebelum lulus, Thowaf sudah diterima bekerja di perusahaan itu.

“Perasaannya saya senang sekali, bangga sama anak saya, guru-guru yang di sini, sehingga anak saya bisa meraih prestasi, bisa dapat kerja. Saya terima kasih sekali,” ucap wanita asal Purwokerto ini.

Salamah pun menceritakan, keseharian dia hanya bekerja sebagai buruh. Namun dia beruntung, Thowaf menjadi anak yang rajin dan selalu mendapat ranking di sekolah. Kondisi ekonomi keluarga yang mendorong Thowaf terus berjuang dan belajar.

“Anaknya sendiri yang minta sekolah di sini. Ingin sekolah tapi orang tuanya kan nggak mampu. Jadi dia memutuskan sekolah di sini,” imbuhnya.

Rasa bangga juga ditunjukkan Andayani (44), ibu dari Riska Yunita, peraih nilai 100 UN Bahasa Indonesia. Warga Purworejo ini membeberkan anaknya yang pendiam tersebut suka bekerja keras apalagi kalau cita-citanya belum tercapai.

“Ucapan terima kasih kepada pemerintah provinsi, Dinas Pendidikan Jateng khususnya, kepada SMKN Jateng dan semua guru serta staf, pamong, pihak yang telah membantu hingga anak saya mencapai apa yang dia cita-citakan,” ucapnya.

Riska Yunita juga menyatakan bahagia karena impian mendapat nilai 100 terwujud. Apalagi, dia sudah diterima bekerja di PT Komatsu Indonesia.

“Alhamdulillah akhirnya bisa terwujud juga. Sejak SD sampai SMP belum pernah meraih nilai 100 akhirnya di SMA bisa terwujud,” ungkapnya.

Riska pun menyampaikan usaha untuk meraih itu semua adalah niat, doa, dan selalu latihan soal.

Nadiyah Zulfa, yang sama-sama meraih nilai 100 UN Bahasa Indonesia juga bersyukur karena bisa menempuh pendidikan di SMKN Jateng. Sebab, mampu mengubah dirinya menjadi lebih baik.

“Sistem pembelajarannya, pendidikan karakternya, alhamdulillah menurut saya bisa mengubah saya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya yang cuma di desa. Sekarang bisa lebih disiplin, apalagi di sini bisa bertemu orang-orang yang hebat, bisa menjadi panutan dan meraih mimpi saya,” tandasnya.

Gubernur Ganjar Pranowo pun berpesan agar kesuksesan masa depan tidak hanya diukur dengan kebanggaan terhadap nilai tinggi yang diperoleh secara akademis. Tetapi kemampuan untuk memberikan perubahan yang bermanfaat.

Ditambahkan, SMKN Jateng memiliki keunggulan, yaitu semua lulusan tidak ada yang menganggur. Ke depan, pihaknya merencanakan membangun lagi SMKN Jateng di 15 kabupaten/ kota.

“Inilah upaya kita dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Jateng, agar masyarakat miskin bisa naik kelas,” tutupnya. (Tu/ Ul, Diskominfo Jateng)

Skip to content