Temanggung – Di sela menyerahkan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Pendapa Kabupaten Temanggung, Sabtu (13/4/2019), Gubernur Ganjar Pranowo kembali memamerkan produk Usaha Kecil Menengah (UKM) milik warga.
Salah satu produk yang dipamerkan Ganjar pada kegiatan itu, adalah Kopi Lanang. Kopi Lanang merupakan salah satu andalan industri kopi rumahan di Temanggung. Berbeda dengan kopi biasanya yang dalam satu biji terdapat dua bagian, Kopi Lanang memiliki ciri khas bijinya satu-satu.
Pemilik UKM Kopi Lanang, Mutiara, mengaku telah mengikuti sejumlah pelatihan pengemasan dan pemasaran di Dinas Koperasi dan UMKM Jateng. Dari sekian pelatihan, yang paling intensif dia ikuti menyangkut pemasaran.
“Sekarang alhamdulillah sudah sampai Yogyakarta. Selain manual juga jualan online, lapaknya ada di semua aplikasi penjualan online,” paparnya.
Khusus untuk penjualan online, Mutiara menyerahkan pengelolaan pada anaknya mengingat dia belum begitu menguasai teknologi. Wanita ini pun merasa beruntung telah mengikuti pelatihan tersebut bersama anaknya.
“Sebenarnya itu kopi gagal, Pak. Tapi setelah mengikuti pelatihan akhirnya kami mengetahui keunggulan Kopi Lanang ini yang secara aroma lebih kencang,” ungkap Mutiara.
Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan, melalui Dinas Koperasi dan UMKM, Pemprov Jateng memang memberikan berbagai pelatihan pengembangan kewirausahaan. Mulai dari teknik pemasaran, pengemasan sampai pendanaan.
“Itu yang panjenengan harus manfaatkan, pelatihan-pelatihan yang disediakan pemerintah. Kita harapkan bisa membantu peningkatan perekonomian panjenengan. Inilah kekuatan kita. Saya yakin bukan hanya di dalam negeri, luar negeri pun bisa kita jangkau,” kata Ganjar.
Pada kesempatan itu gubernur menyerahkan bantuan untuk triwulan pertama tahun anggatan 2019 sebesar Rp52,19 miliar kepada lembaga maupun perseorangan. Salah satu bantuan dikhususkan untuk pengembangan kemampuan berwirausaha melalui berbagai pelatihan sebesar Rp150 juta.
Usai memberikan bantuan tahun anggaran 2019 dan bersilaturahmi dengan perseorangan/ lembaga penerima bantuan tahun anggaran 2018 di Pendopo Kabupaten Temanggung, Ganjar juga memberikan bantuan untuk para guru ngaji se-Kabupaten Temanggung di Masjid Agung Darussalam. Total guru ngaji di Temanggung yang menerima insentif dari Pemprov Jateng itu sebanyak 7.451 orang. Pada tahun anggaran 2019 ini, Pemprov Jateng mengalokasikan dana sebesar Rp205 miliar untuk 171.131 guru ngaji.
“Bapak dan ibu guru ngaji, saya nitip santri-santri nggih. Kita sama-sama menyiapkan generasi penerus yang kuat budi pekertinya, kuat kebangsaannya,”ujar Ganjar.
Penulis : Ib, Humas Jateng
Editor : Ul, Diskominfo Jateng
Foto : Humas Jateng

