Menanam Berarti Ibadah dan Investasi

16 March 2019
Bidang KPM
Menanam Berarti Ibadah dan Investasi

Semarang – Gerakan anak bangsa menanam serentak (Gerbangmas) di Jateng diharapkan menjadi aksi yang berkelanjutan dan pemeliharaan yang konsisten. Gerbangmas diharapkan tidak hanya seremonial tetapi harus menjadi komitmen bersama sehingga Jateng menjadi kawasan yang hijau dan makmur.

“Hari ini secara serentak dilaksanakan Gerbangmas. Untuk Jateng dipusatkan di Sangiran, Sragen, dan yang di sini aksi adalah bagian dari Gerbangmas Jateng. Jadi jangan hanya 1.200 pohon, saya minta minimal 10 ribu batang pohon harus ditanam,” ujar Sekda Jateng di sela aksi Gerbangmas di Puri Maerokoco, Semarang, Sabtu (16/3/2019).

Kegiatan yang diinisiasi Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) tersebut diharapkan dilakukan secara berkelanjutan dan konsisten. Menurutnya aksi seperti itu merupakan bentuk kepedulian lingkungan, sekaligus berinvestasi untuk kehidupan generasi selanjutnya.

“Ini kegiatan sangat baik karena menanam berarti beribadah, berinvestasi untuk anak cucu kita. Selain itu juga hewan dan makhluk hidup lainnya ikut menikmati keberadaan tanaman,” kata mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah ini.

Ditambahkan, agar aksi penanaman pohon menjadi rutinitas atau kegiatan yang berkelanjutan, harus ada sosialisasi kepada masyarakat tentang gerakan kepedulian terhadap lingkungan. Termasuk informasi mengenai manfaat dan keuntungan penanaman pohon bagi lingkungan dan kehidupan.

“Beberapa bulan lagi saya akan datang lagi ke sini untuk melihat pohonnya yang ditanam hasilnya seperti apa. Terima kasih kepada para pengusaha perkayuan atas bantuan tracking mangrove-nya,” ucap Sekda.

Dalam aksi menanam serentak sebanyak 1.200 pohon ketapang, mangrove, flamboyan, dan trembesi itu, Sekda yang sekaligus Pembina IKA SKMA juga membuka Monumen Tracking Mangrove yang berada di kawasan Puri Maerokoco. Dengan aksi Gerbangmas di salah satu objek wisata Jateng tersebut, ke depan kawasan Puri Maerokoco menjadi lebih hijau, teduh, dan nyaman.

“Saya punya PR besar terkait keberadaan Bandara Jenderal Ahmad Yani yang mengusung konsep eco green airport. Sudah ada master plan-nya, kita garap bersama-sama, terlebih bandara terapung hanya ada di Jateng,” tandasnya.

Penulis : Mn, Humas Jateng

Editor : Ul, Diskominfo Jateng

Mascot Padhang
Skip to content