Kota Pekalongan – Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mempengaruhi pola pikir manusia bahkan gaya hidup dalam kehidupan manusia sehari-hari. Perkembangan ini yang juga sangat berpengaruh besar pada generasi muda saat ini. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekalongan menggelar Roadshow Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan 4 Pilar Kebangsaan bagi Generasi Muda Kota Pekalongan ke 20 sekolah tahun 2019 ini.
Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE berkesempatan untuk memberikan pembinaan wawasan kebangsaaan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Az Zaky, Selasa (22/1/2019). Menurut Saelany, pada era transformasi ini, gadget tak hanya memberikan dampak positif tapi juga negatif seperti menyebarnya paham-paham radikal dan berita hoax. “Inilah yang dapat memecah persatuan dan kesatuan sehingga perlu direnungkan kembali pentingnya empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” tutur Saelany.
Prioritas pembangunan di Kota Pekalongan yakni pendidikan, untuk penanaman nasionalisme dalam dunia pendidikan juga harus dilakukan. “Kegiatan yang diselenggarakan Kesbangpol Kota Pekalongan ini untuk memahamkan pilar kebangsaan, melihat rentannya permasalahan persatuan dan kesatuan. Mari menghindari hoax, kemudian hidup damai dan sentosa mewujudkan NKRI,” ajak Saelany.
Kasdim 0710 Pekalongan, Mayor Inf Hufron menjelaskan partisipasi nyata siswa dalam bela negara dan nasionalisme. “Yang harus siswa lakukan dalam rangka bela negara yakni rajin belajar dan senantiasa meningkatkan kualitas diri, aktif dalam giat organisasi sekolah, mentaati peraturan sekolah, serta menghindari tawuran dan narkoba,” terang Hufron.
Dikatakan Hufron bahwa nasionalisme adalah rasa cinta atau bangga terhadap tanah air dan bangsa, NKRI ini bersadarkan Pancasila dan UUD 1945 yang memiliki prinsip persatuan dan kesatuan, kebersamaan, dan demokrasi. “Sebagai warga negara Indonesia kita harus mencintai produk dalam negeri,” tandas Hufron.
