PURBALINGGA, INFO- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mengikuti pembinaan dari Komisi ASN RI di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Rabu (9/1). Hadir dalam acara tersebut komisioner Komisi ASN RI bidang pengawasan, monitoring dan evaluasi, Waluyo yang memberikan materi tentang banyak hal khususnya integritas dalam bekerja.
Waluyo mengatakan, dalam bekerja ASN harus disertai dengan keikhlasan dan semangat melayani serta mempunyai integritas yang tinggi. Menurutnya, integritas seseorang khususnya pejabat atau ASN dimulai dari sikap jujur seseorang. Namun, lebih lanjut dia menjabarkan contoh integritas yaitu tidak mungkin untuk membocorkan rahasia negara dengan alasan jujur guna menguntungkan pihak asing yang bersifat menjajah.”Saya contohkan, tidak mungkin kita 100% jujur membocorkan tentang apa saja kepada Freeport. Jadi integritas itu suatu prinsip keberpihakan kepada bangsa dan negara,” kata Waluyo.
Kepada 652 orang yang hadir, Waluyo terlebih dahulu bertanya apakah ASN di Purbalingga bagian dari solusi atau masalah. Waluyo menggaris bawahi, ASN khususnya pejabat haruslah berorientasi pada bekerja untuk melayani dengan ikhlas jangan sampai mengharapkan imbalan di luar yang bukan haknya.”Jangan sampai ada kavling-kavling proyek. Jangan sampai di Purbalingga ini proyek pengadaan A sudah pasti kena oleh rekanan A, proyek B pasti kena oleh rekanan B. Saya himbau jangan sampai karena ini yang akan menjadi pertaruhan anda dan jangan coba-coba,” imbuhnya.
Plt. Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi atau Tiwi dalam sambutannya berujar, di tahun 2018 kemarin Purbalingga mengalami guncangan berupa Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dia sebut sebagai Tsunami untuk masyarakat Purbalingga. Menurutnya, Komisi ASN dihadirkan di Purbalingga guna memberikan semangat bekerja dengan integritas tinggi dan bebas dari korupsi.”Tahun 2018 kemarin kita mengalami Tsunami. Kejadian itu akan jadi pelajaran yang sangat-sangat berharga bagi ASN di lingkungan Pemkab Purbalingga untuk tidak bermain-main dengan jabatannya,” ujar Tiwi.
Dia juga menyampaikan komitmen Pemkab Purbalingga ke depan untuk mengataur tata kelola pemerintahan yang good dan clean governance. Dia juga berharap agar manajemen kinerja dari para ASN Purbalingga bisa lebih dimaksimalkan dan dioptimalkan kembali.”Saya minta manajemen kinerja dari para ASN Purbalingga bisa lebih baik,” pungkasnya.
