Pekalongan – Beberapa Guru dan Siswa berprestasi di Kota Pekalongan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama (Kemenag). Bantuan tersebut diserahkan oleh Waikota Pekalongan H.M Saelany Machfudz, SE usai upacara memperingati Hari Amal Bhakti Kemenag ke-73, kamis (3/1/2019) di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pekalongan.
Upacara tersebut diikuti oleh seluruh Siswa dan Guru dari lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama di Kota Pekalongan, baik dari tingkat RA, MI, MTs, hingga MA. Meski dengan kondisi lapangan yang becek akibat hujan, antusias peserta upacara tetap tinggi. Selain itu hadir juga beberapa tokoh dari jajaran Kementerian Agama Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan, serta perwakilan elemen masyarakat lainnya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan, Drs. H. Akhmad Mundakir, M.Si mengatakan bahwa pemberian bantuan tersebut sebagai wujud penerapkan enam program sasaran strategis Kementerian Agama, yakni meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, serta meningkatan kualitas tata kelola pembangunan bidang agama.
Ia juga menjelaskan bahwa bantuan yang diterimakan bentuknya masing-masing, diantara : bantuan tenaga honorer Kantor Kemenag, KUA, dan BP-4 ada 10 orang, masing-masing Rp. 1.000.000,-. Bantan Beasiswa Miskin berprestasi tingkat MA 10 siswa masing-masing Rp.500.000,-, tingkat MTs 10 siswa masing-masing Rp.350.000,-, tingkat MI 10 siswa masing-masing Rp.250.000,-, dan tingkat RA 10 siswa masing-masing Rp.250.000,-. Kemudian Bantuan tenaga pendidikan honorer untuk tingkat TPQ ada 25 Guru dengan masing-masing Rp.200.000,-, tingkat Madin ada 25 Guru masing-masing Rp. 200.000,-, tingkat MI ada 47 Guru masing-masing Rp. 200.000,- dan tingkat RA 26 guru masing-masing Rp.250.000,-.
“Selain bentuk beasiswa juga ada bantuan berupa usaha produktif bagi jama’ah majlis ta’lim binaan pokjaluh Kantor Kemenag Kota Pekalongan,” jelas Mundakir.
Sementara itu Walikota Pekalongan, H. M Saelany Machfudz, SE yang juga menjadi inspektur dalam upacara tersebut mengatakan bahwa Kementerian agama menjadi suatu landasan disamping umum juga agama. Landasan tersebut sangat penting untuk memberikan rasa kebersamaan, kerukunan, diantara warga diseluruh Indonesia.
“Saat ini, landasan di bidang keagamaan sangat penting, sebab saat ini sangat rentan sekali terhadap perpecahan. Sehingga dengan dilandasi keagamaan yang baik, diharapkan kerukunan dan kebersamaan bisa terwujud,” kata Saelany usai upacara.
Saelany juga berharap tidak hanya Pekalongan saja kerukunan dan kebersamaan tersebut terwujud, tetapi di Indonesia secara umum. Sebab tahun 2019 merupakan tahun politik, sehingga perlu diantisipasi adanya perpecahan, saah satunya dengan penguatan landasan keagamaan.
“Saya berharap sesuai dengan tema yakni Jaga Kebersamaan Jaga Kerukunan, tema ini memang penting dalam situasi kondisi saat ini, lebih-lebih dalam menghadapi pemilu 2019”. Ujar Walikota Pekalongan.
Beliau juga berpesan untuk siswa tidak hanya di didik menjadi orang-orang yang pintar saja namun menjadi orang yang benar dalam agamanya.
“Siswa tidak hanya di didik menjadi orang-orang yang pintar saja namun menjadi orang yang benar dalam agamanya.”Imbuhnya.
