Enam Pelestari Batik Jepara Terima Penghargaan

02 November 2026
Yandip Jateng Prov (3)
Enam Pelestari Batik Jepara Terima Penghargaan

JEPARA – Dinilai turut melestarikan warisan batik, enam perajin dan pelestari batik Jepara menerima penghargaan, pada ajang Octofest 2026, di di Sentra Industri Seni Patung dan Relief Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Sabtu (31/10/2026).

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo menyampaikan, para perajin tersebut turut memperkenalkan batik Jepara melalui enam karya, yang dihibahkan kepada Museum Batik Pekalongan. Penyerahan dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2026.

“Penyerahan enam karya batik ini membawa cerita tentang Jepara, tentang cinta, dan ketekunan para pembatiknya ke ruang publik yang lebih luas agar dapat dibanggakan oleh masyarakat Indonesia di Museum Batik Pekalongan,” kata Ella, sapaan akrabnya.

Disampaikan, wastra dan ukiran merupakan bagian dari identitas serta warisan sejarah masyarakat Jepara. Menurutnya, kerajinan tersebut menjadi bagian dari kekayaan lokal yang perlu terus diperkenalkan.

“Melalui ajang ini, kita ingin menunjukkan kepada dunia luar, bahwa produk UMKM maupun IKM Jepara adalah karya kreatif autentik yang lahir dari tangan-tangan terampil anak bangsa,” ujarnya.

Penerima penghargaan, Suyanti dari Nalendra Galeri, menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan kepada para pelestari batik Jepara. Menurutnya, dukungan tersebut memberikan dorongan bagi perempuan untuk berdaya dan memberdayakan sesama.

“Ini sebuah anugerah Allah sudah memberikan bimbingan kepada kami pelestari batik Jepara,” tuturnya.

Enam karya tersebut terdiri atas Batik Elung Bumi Kartini karya Suyanti, Batik Sulur Mantingan karya Suliswati, dan Batik Ciprat Waluyotomo hasil karya perajin RPSDM Waluyotomo. Tiga karya lainnya adalah Batik Gentong Keramat Ukiran Lung Lungan karya Ahmad Jalaludin, Batik Lomban Samudra Berkah karya Titik Susanti, serta Batik Alam Asri Desaku karya Azzahra Ayu Krisna.

Sebagai informasi, Octofest 2026, yang mengusung konsep Pasar Mebel Jepara & Woodworking Exhibition, resmi dibuka pada Sabtu (31/10/2026) di Kawasan Sentra Industri Seni Patung dan Ukir Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, dan berlangsung hingga Kamis (5/11/2026).

Bupati Jepara melalui Sekretaris Daerah, Ary Bachtiar menyampaikan, Octofest bukan sekadar pameran produk mebel dan kerajinan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan manifestasi keteguhan, kreativitas, serta identitas budaya masyarakat Jepara yang selama ini dikenal sebagai pusat seni ukir dunia.

Menurutnya, melalui Octofest, pihaknya ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, termasuk dunia internasional, jika Kabupaten Jepara tetap berkomitmen menjaga dan melestarikan tradisi seni ukir sebagai warisan budaya adiluhung.

“Harapan kita, kegiatan ini bisa menyampaikan pesan kepada dunia luar bahwa Jepara masih memiliki komitmen kuat untuk menjaga tradisi seni ukir. Ini merupakan tradisi adiluhung yang harus terus kita lestarikan,” ujarnya.

Penulis: AP/MB, Diskominfo Jepara
Editor: Di, Diskomdigi Jateng

Skip to content