
KENDAL – Petani Jambu biji di daerah Kecamatan Patean, Sukorejo, Plantungan dan Pageruyung (PSPP) Kabupaten Kendal akan melakukan kerja sama dengan perusahaan. Setidaknya ada 8 desa yang ikut dalam pembicaan terkait kerjasama tersebut. Yaitu Desa Plososari, Mlatisari, Pakisan, Pagersari, Kalipakis, Pesaren, Trimulyo dan Bringinsari.
Kepala Dipermasdes Kabupaten Kendal, Ir. Subaedi mengatakan, Senin (29/1) di Desa Pakisan Kecamatan Patean mengatakan, dirinya dan para kades di wilayah kecamatan tersebut telah melakukan pertemuan dengan satu perusahaan minuman nasional untuk membicarakan kerjasama yang dijalin.
Perusahan tersebut dan desa sedang mendiskusikan mengenai detail dalam perjanjian yang dibuat. Bahkan perusahaan tersebut akan membangun pabrik pengelolahan tahap pertama di Kendal agar mempercepat proses pengolahan.
“Namun petani tetap diperkenankan untuk menjual buah mereka kepada pengepul agar stok buah segar di pasar tetap ada,”katanya.
Kades plososari, Suwardi menuturkan, tanaman jambu biji di desanya sangat melimpah dan dapat dipetik kapan saja. Dalam sebulan, petani jambu di Kendal dapat memanen sebanyak 2.410 ton. Dengan kerja sama ini akan membuat harga buah jambu biji bisa stabil, sehingga akan meningkatkan kesejahteraan para petani. “Selama ini harga jual jambu biji sangatlah fluktuatif mulai R 1500 hingga 5000,”ujarnya. ( heDJ / Kominfo )
